Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19
NEWS

Katulampa Jadi Siaga 3, Warga Bantaran Ciliwung Diminta Tetap Waspada

Katulampa Jadi Siaga 3, Warga Bantaran Ciliwung Diminta Tetap Waspada
(BNPB)

ASKARA - BPBD Kota Bogor memperbarui status tinggi muka air (TMA) Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 setelah sebelumnya sempat bertahan di Siaga 1, Senin (21/9).

Data terbaru yang dilaporkan terkait kronologi kenaikan dan penurunan TMA Bendung Katulampa hingga pukul 19.40 WIB adalah pukul 17.00 WIB/TMA 0 centimeter/Gerimis Halus (Siaga 4), pukul 17.49 WIB/TMA 40 centimeter/Gerimis (Siaga 4), pukul 17.53 WIB/TMA 120 centimeter/Hujan (Siaga 3), pukul 17.58 WIB/TMA 170 centimeter/Hujan (Siaga 2), pukul 18.04 WIB/TMA 200 centimeter/Hujan (Siaga 2). 

Kemudian pukul 18.10 WIB/TMA 220 centimeter/Hujan (Siaga 1), pukul 18.17 WIB/TMA 240 centimeter/Hujan (Siaga 1), pukul 18.18 WIB/TMA 250 centimeter/Hujan (Siaga 1), pukul 18.34 WIB/TMA 240 centimeter/Hujan (Siaga 1), pukul 19.00 WIB/TMA 200 centimeter/Hujan (Siaga 2), dan pukul 19.40 WIB/TMA 120 centimeter/Hujan (Siaga 3).

Wali Kota Bogor Bima Arya mengonfirmasi adanya penurunan TMA tersebut. Juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Akibat intensitas hujan tinggi, Bima Arya meminta agar masyarakat khususnya yang tinggal 13 kelurahan di bantaran Sungai Ciliwung tetap waspada.

"Sempat bertahan cukup lama (status Siaga 1) sekarang alhamdulillah sudah turun lagi. Tetapi mohon agar warga Bogor yang berada di lintasan Sungai Ciliwung ada 13 kelurahan agar waspada," jelas Bima Arya saat meninjau Bendung Katulampa. 

Adapun, kelurahan yang terletak di bantaran Sungai Ciliwung yaitu Sindangrasa, Tajur, Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Tanah Sareal, Bantarjati, Cibuluh, Kedung Badak, Sukaresmi, dan Kedung Halang.

Kendati terjadi penurunan level TMA di Bendung Katulampa, BNPB tetap meminta masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih hasil monitoring cuaca oleh BMKG menunjukkan bahwa wilayah Jabodetabek masih berpotensi hujan. 

Komentar