Kamis, 01 Oktober 2020 | 19:24
COMMUNITY

Misteri Baldoon dan Penyihir Jahat

Misteri Baldoon dan Penyihir Jahat
(Rumis)

ASKARA - Meskipun tempat ini sekarang menjadi kampung halaman yang indah dan tenang untuk banyak orang, namun daerah yang sekarang dikenal dengan nama Wallaceburg, Ontario dulunya adalah tanah lapang liar yang tidak terjamah.

Pertama kali dihuni pada tahun 1804. Daerah yang berada di negara Kanada tersebut menjadi tempat bagi para jiwa-jiwa pemberani yang mempertaruhkan hidup mereka untuk mencoba mengukir sebuah kehidupan dan peradaban di sepanjang belantara Sungai Snye.

Hingga akhirnya mereka berhasil membangun sebuah permukiman yang kala itu dikenal dengan nama Baldoon. Sebuah wilayah kecil di mana para penduduknya benci dengan musim dingin karena mereka berada di tepi alam liar yang belum pernah dijelajahi.

Dan di sanalah mulainya sebuah kisah dari seorang petani yang bernama John McDonald beserta keluarga besarnya. Mereka datang pada 1829 dari Skotlandia untuk mencoba dan memulai sebuah kehidupan yang baru. Namun semuanya berubah menjadi mimpi buruk dan kisah mereka akan menjadi salah satu kisah paranormal terbesar dalam sejarah Ontario.

Tak lama setelah John pindah ke rumah kuno dua lantai tersebut, mereka didekati oleh sebuah keluarga eksentrik yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Keluarga yang memiliki dua orang putra putri itu mengatakan bahwa mereka ingin membeli tanah yang ditempati John tetapi ia menolaknya. Dan sejak saat itu mereka mulai mengalami gangguan-gangguan supranatural.

Dimulai dari sekelebat cahaya dan suara-suara tanpa wujud, benda bergerak dengan sendirinya hingga suara orang yang berlari. Kejadian tersebut terjadi setiap harinya, dan intensitasnya semakin meningkat.

Suara tangisan dan teriakan di malam hari mulai terdengar, benda-benda mulai terlempar dari tempatnya, batu dan peluru juga melesat dari luar rumah dan memecahkan jendela tanpa ada sosok yang tertangkap hingga kebakaran yang terjadi di sekitar rumah mereka tanpa ada alasan yang jelas.

Putra John, Neil T. McDonald kelak akan menulis beberapa kejadian ini:

Air-air di tempat cuci piring mulai naik dengan sendirinya, penjepit dan sekop perapian saling beradu, kursi dan meja melayang dan jatuh sendiri, dan bahkan ketel di perapian akan terbuka lalu seolah-olah sepeti dipegang dengan tangan tidak terlihat, ia menumpahkan semua air panasnya ke lantai, sebuah pisau indian (10 inci) bahkan terbang munusuk kusen jendela dan tertancap di sana.

Semakin lama kejadian-kejadian tersebut menjadi semakin berbahaya. Hewan ternak mulai mati tanpa alasan, anjing perliharaan keluarga John juga diserang oleh entitas tidak terlihat hingga melarikan diri dan tak pernah kembali. Benda-benda mulai terlempar dan kali ini dengan kecepatan yang dapat membahayakan nyawa seseorang.

Anak-anak sepertinya menjadi sasaran dari peristiwa tersebut. Ada satu kejadian di mana sebuah batu bara panas muncul di bawah tempat tidur anak bayi keluarga John hingga membuatnya menjerit kesakitan, namun ketika batu tersebut dilempar ke luar jendela, batu itu kembali terbang dengan sendirinya dengan api yang menyala.

Banyak dari fenomena tersebut yang disaksikan oleh teman-teman dan kerabat mereka hingga puncaknya ketika api misterius merobohkan dan membumihanguskan rumah keluarga John hingga rata dengan tanah. Untungnya tidak ada korban jiwa ketika kejadian tersebut.

Trauma, namun untungnya masih hidup, keluarga John pindah ke rumah ayahnya yang tidak jauh dari sana. Namun semua kejadian yang terjadi di rumah John mulai mengikuti dan kembali terjadi di rumah ayahnya.

Suatu hari mereka mencoba sedikit eksperimen, mereka menandai beberapa batu yang terlempar ke dalam rumah dan kemudian membuangnya ke sungai. Dan beberapa hari kemudian, dalam keadaan basah, batu yang sama kembali terlempar ke dalam rumah mereka.

Keluarga John yang sudah mulai putus asa memilih melaporkan semua kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Namun berakhir dengan kekuatan-kekuatan aneh yang berganti menyerang mereka. Salah satunya adalah Kapten Bennett yang harus menderita luka di tangannya karena terkena ledakan dari senjatanya sendiri saat berada di rumah tersebut.

Seorang pendeta juga dipanggil untuk melakukan pengusiran hantu, serta seorang dukun setempat juga dipanggil namun semuanya tidak dapat membantu. Hingga keluarga John lebih memilih tinggal di tempat darurat daripada berisiko membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Karena sudah putus asa dan tidak ada pilihan lain, keluarga John bahkan memilih menelusuri hutan belantara untuk mencari seorang gadis berusia 15 tahun yang konon katanya memiliki kekuatan yang sakti. Ia dikatakan tinggal di tengah hutan dan menjadi pertapa bersama dengan ayahnya.

Untungnya usaha John tidak sia-sia, ia berhasil menemukan gadis misterius tersebut. Sang gadis mengatakan bahwa keluarga John telah dikutuk oleh seorang penyihir yang tinggal tidak jauh dari rumahnya, dan penyihir tersebut adalah wanita yang kala itu ingin membeli tanah mereka.

Untuk terbebas dari kutukan jahat itu, John diharuskan mencari sebuah angsa yang tersesat di kawanan angsa yang mereka pelihara. Angsa tersebut memiliki kepala hitam dan satu bulu hitam di tubuhnya, dari hewan tersebutlah kesengsaraan mereka dimulai. Untuk menyelesaikannya John harus menembak angsa tersebut dengan peluru perak.

Setelah mengetahuinya, keluarga John pulang dan memeriksa kawanan angsa mereka dan memang benar mereka menemukan angsa yang mereka cari. Setelah mencari sebuah peluru perak lengkap dengan senapannya, John mencoba membunuh angsa tersebut.

Namun sayang, tembakannya meleset. Angsa tersebut melarikan diri ke rumah sang penyihir. John yang penasaran mengejar angsa tersebut, dan ketika ia mendekat ke rumah itu ia terkejut melihat sang penyihir tua sedang terduduk di terasnya dengan lengan yang terluka, ia kemudian bersembunyi di rumahnya ketika John mencoba mendekatinya.

Kisah tersebut berakhir ketika kesehatan wanita penyihir tersebut semakin memburuk dalam waktu singkat. Ternyata peluru perak dapat mengeluarkan semacam sihir yang membuatnya terluka hingga mati bersama dengan segala kutukan jahatnya.

Benar-benar luar biasa, bukan? Kisah penuh petualangan, kengerian supranatural dengan penyihir tua dan juga angsa kepala hitam yang membawa kutukan jahat. 

Unsur tersebut juga yang membuat kisah ini sangat terkenal di Kanada dan banyak sekali yang mempercayainya.

Namun di sisi lain ada juga yang skeptis akan kisah ini dikarenakan saking populernya kisah ini diceritakan dengan banyak versi dan detail-detail kecil yang berubah-ubah oleh setiap orang. Sehingga cukup sulit untuk mengetahui mana yang sebenarnya terjadi.

Sumber yang paling resmi adalah buku Neil T. McDonald tentang kejadian tersebut yang dibuat serialnya di dalam surat kabar Wallaceburg pada tahun 1871 yang lalu diterbitkan dalam bentuk buku pada 1905, lama setelah kejadian tersebut terjadi.

Buku tersebut sangat terperinci dan disempurnakan dengan 26 catatan saksi mata dari rumah John McDonald, tetapi masalahnya adalah bahwa saat kejadian tersebut Neil masihlah bocah kecil dan polos. Jadi berapa persen kamu percaya dengan semua yang ada di buku tersebut, semuanya terserah kamu.

Banyak juga dugaan kuat bahwa porsi besar dari cerita tersebut dan elemen cerita tertentu telah dikarang oleh Neil berdasarkan cerita rakyat dan kisah kuno dari fenomena-fenomena aneh lain di wilayah tersebut. Jika begitu, apakah semua itu hanya dongeng? cerita rakyat, atau bahkan karya fiksi?

Apapun jawabannya, kasus Penyihir Baldoon tetap menjadi sebuah legenda, dan salah satu kisah spektakuler sekaligus menyeramkan untuk warga Kanada. (rumis) 

Komentar