Minggu, 07 Juni 2026 | 22:33

Kang Emil Tandatangangi Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Perusahaan di Singapura

Kang Emil Tandatangangi Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Perusahaan di Singapura
LoI Pemprov Jabar dengan Perusahaan Singapura (Humas Pemprov Jabar)

ASKARA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Infrastructure Asia, sebagai wadah pertukaran informasi proyek infrastruktur di Asia yang bermarkas di Singapura.

Kerja sama terkait akselerasi proyek infrastruktur di Jawa Barat itu ditandai dengan penandatanganan naskah Letter of Intent (LoI) oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Executive Director Infrastructure Asia, Seth Tan, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung dan ditayangkan secara virtual, Rabu (12/8) lalu.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan, Infrastructure Asia sudah mengutarakan ketertarikan berinvestasi di Jabar.

Khususnya pada sektor transportasi, persampahan, dan perairan. Jabar pun akan terus melakukan penjajakan secara intens untuk memastikannya.

"Kami ingin menjalin kerja sama dalam implementasi akselerasi infrastruktur di Jabar, khususnya sektor transportasi, persampahan, dan perairan,” ujar Kang Emil melalui rilisnya, Kamis (13/8).

Usai LoI dengan Infrastructure Asia ini, Kang Emil berharap kesepakatan tersebut meningkat menjadi MoU (Memorandum of Understanding). Sehingga, pembangunan infrastruktur bisa segera dilakukan.

"Kami harap segera mengajukan proposal bidang apa saja yang akan dikerjasamakan," kata Kang Emil.

Ditambahkan, perlu kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan swasta internasional dalam ketersediaan infrastruktur yang strategis. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing daerah dan menyejahterakan masyarakat.

Selain itu, Kang Emil menjelaskan, Jabar adalah daerah yang potensial untuk berinvestasi. Bahkan, sekitar 60 persen industri manufaktur Indonesia berada di Jabar.

"Jabar adalah pusatnya industri manufaktur berteknologi tinggi, karena itu sangat tepat berinvestasi disini," ucap Kang Emil.

Dalam agenda ini, Kang Emil sekaligus menawarkan Infrastructure Asia untuk berinvestasi di bidang agrikultur. Pasalnya, Jabar akan fokus pada pengembangan agrikultur 4.0. dalam pemulihan ekonomi pasca-COVID-19.

Selain banyaknya lahan kosong dan subur, Jabar memiliki potensi pengembangan agrikultur yang besar, karena agrikultur mampu bertahan terhadap disrupsi pandemi Covid-19.

"Kami persilakan bila ingin berinvestasi di sektor ini, karena kami punya potensinya, seperti lahan yang luas dan subur. Masalahnya adalah banyak petani yang masih menggarap secara konvensional. Jadi kami ingin mentransformasikan menjadi agrikultur 4.0," ujar Kang Emil. (kesatu)

Komentar