Minggu, 07 Juni 2026 | 21:18
NEWS

Inilah Genio Ladyan Finasisca, Masih Muda, Cantik, Doktor Pula

Inilah Genio Ladyan Finasisca, Masih Muda, Cantik, Doktor Pula
Genio Ladyan Finasisca. (Ist/Industry)

ASKARA - Predikat Cumlaude disandangkan untuk Genio Ladyan Finasisca kelahiran Padang, Sumatera Barat 27 Desember 1993. 

Kiprah pendidikan formal yang dilalui Genio mulai dari strata 1, strata 2 dan strata 3 yang diakhiri dengan predikat Cumlaude atau amat memuaskan dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Disertasi yang dipertahankan oleh Genio berjudul Pengaturan dan Pelaksanaan Kewajiban Peningkatan Nilai Tambah Mineral Logam Dalam Mewujudkan Kemakmuran Rakyat di Indonesia.

"Disertasi saya terkait dengan nilai tambah mineral logam yang dipertahankan di hadapan Ketua Sidang Dr. Edmon Makarim, para penguji dan tentunya juga promotor dan kopromotor saya Profesor Hikmahanto Juwana dan Dr. Tri Hayati," terang Jenny, sapaannya.

Dalam disertasi, Genio melakukan analisa terhadap kewajiban peningkatan nilai tambah bagi mineral logam di Indonesia. Di mana, penelitian ini memiliki objektif untuk melakukan analisa terhadap landasan filosofis serta regulasi dari kewajiban peningkatan nilai tambah mineral logam, tataran implementasi dari regulasi peningkatan nilai tambah mineral logam serta dampak peningkatan nilai tambah mineral logam dalam korelasinya untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Saya melihat bahwa UU Minerba 2020 perlu merefleksi pada UU Minerba 2009 agar kekurangan-kekurangan yang ada tidak terulangi ke depannya. Dan kebijakan yang diterapkan selanjutnya dapat mewujudkan kemakmuran rakyat," jelas Jenny.

Jenny merupakan doktor ke-269 yang dihasilkan Program Studi Ilmu Hukum FH UI dan menjadi doktor pertama yang lulus tahun ini. Menurutnya, tantangan terberat dalam mengemban masa studi S3 adalah memanajemen waktu antara penelitian, penulisan disertasi, pekerjaan, dan kewajiban sebagai ibu satu anak.

Genio sendiri menghabiskan masa kecil di Padang. Usai menamatkan bangku SMA pada 2009, penyuka masakan Padang ini meneruskan kuliah di FH UI yang ditamatkannya pada 2013 dan dilanjutkan ke jenjang Magister Kenotariatan di FH UI yang diselesaikan tahun 2015.

"Setamat SMA saya kemudian kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang kemudian saya lanjutkan ke jenjang S2 dan terakhir jenjang doktoral fakultas hukum juga di Universitas Indonesia beriringan dengan menjalankan profesi selaku konsultan hukum," kata Jenny.

Dia juga terlibat dalam berbagai organisasi sejak masih mengenyam S1 hingga sekarang. Jenny aktif dalam berbagai kompetisi dan pernah mewakili UI sebagai ketua delegasi dalam ajang kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan untuk tingkat mahasiswa The European International Model United Nations (TEIMUN) 2012 yang berlangsung di The Hague, Belanda pada 10-16 Juli 2012.

Jenny melihat bahwa kemenangan mahasiswa UI dalam berbagai kompetisi internasional, di mana dirinya pernah terlibat dan juga menjadi ketua delegasi, merupakan salah satu wujud kontribusi UI dalam mengharumkan nama Indonesia di forum internasional melalui ragam pencapaian.

Jenny juga diketahui aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan tercatat pernah menjadi salah satu pengajar pada Yayasan Pemimpin Anak Bangsa yakni organisasi berbasis kerelawanan yang memiliki misi menyediakan akses pendidikan bebas biaya untuk masyarakat putus sekolah pra sejahtera tanpa memandang latar belakang status, profesi, agama, suku/ras, usia dan golongan. 

Hingga saat ini Jenny masih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam berbagai kegiatan baktinya pada Yayasan Bhayangkari. (industry) 

Komentar