Kembali Terima Kunjungan Turis, Presiden Ibrahim Solih: Mentari Kembali Bersinar di Maladewa
ASKARA - Maladewa kembali menerima turis mancanegara untuk berlibur di negaranya. Hal itu ditunjukkan dengan mendaratnya sebuah pesawat milik maskapai Qatar Airways yang mengangkut 107 warga asing dan 27 warga Maladewa di Bandara Internasional Velana di Maladewa, Rabu (15/7) pagi.
Itulah rombongan wisatawan pertama sejak negara ini menutup perbatasannya pada 27 Maret lalu lantaran pandemi COVID-19.
Setelah hampir empat bulan sejak penangguhan visa kunjungan saat kedatangan (on-arrival tourist visa), pemerintah Maladewa memutuskan industri pariwisata kembali dibuka dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 yang diperkuat.
"Mentari kembali bersinar di Maladewa. Perbatasan kita kembali dibuka bagi para wisatawan dan penerbangan pertama baru saja mendarat," ujar Presiden Maladewa Ibrahim Solih di akun Twitter-nya menyambut hari itu.
Para wisatawan yang turun dari penerbangan pertama di negara tersebut disambut oleh jajaran pejabat pemerintahan.
Menurut buku panduan setebal 28 halaman yang diterbitkan Kementerian Pariwisata Maladewa, wisatawan yang tiba akan diizinkan tinggal di beberapa fasilitas yang berada di pulau-pulau tak berpenghuni mulai 15 Juli. Fasilitas-fasilitas di pulau tak berpenghuni tersebut dijadwalkan akan kembali dibuka pada 1 Agustus.
"Kesehatan maupun keselamatan para wisatawan serta warga Maladewa selalu menjadi prioritas, dan industri pariwisata hanya diberi izin untuk kembali beroperasi setelah melalui konsultasi mendalam dengan para profesional kesehatan serta pemangku kepentingan industri," ujar Kementerian Pariwisata Maladewa dalam keterangan persnya.
Presiden Solih pada Selasa (14/7) mengunjungi Bandara Internasional Velana untuk menginspeksi langkah-langkah pencegahan yang akan diterapkan, termasuk pemindaian para penumpang yang tiba terkait gejala COVID-19, penegakan aturan jaga jarak sosial dan praktik kebersihan yang baik, serta peningkatan kapasitas tes.
Maladewa mencatat 1,7 juta kedatangan wisatawan pada 2019 dan berharap bisa menarik 850.000 wisatawan hingga akhir tahun ini.
Maladewa mengonfirmasi kasus COVID-19 pertamanya pada 7 Maret dan mengumumkan Status Darurat Kesehatan Masyarakat pada 12 Maret, yang kemudian diperpanjang beberapa kali, dengan yang terakhir diperpanjang hingga 7 Agustus.
Lockdown di kawasan ibu kota Greater Male mulai diberlakukan pada 15 April, walaupun pembatasan secara bertahap telah dilonggarkan sejak Juni lalu.
Berbagai usaha, termasuk restoran maupun kafe, kembali beroperasi dan transportasi antarpulau serta ibadah berjemaah dibuka kembali pada Juli ini.
Maladewa saat ini telah mencatat 2.801 kasus terkonfirmasi COVID-19, dengan 2.302 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 14 orang meninggal dunia. (xinhua/ant/jpnn)

Komentar