Selasa, 09 Juni 2026 | 01:31
NEWS

Diperketat, Rapid Test di Surabaya Hingga Lingkup Paling Kecil

Diperketat, Rapid Test di Surabaya Hingga Lingkup Paling Kecil
Ilustrasi rapid test. (Dok. Merdeka)

ASKARA - Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan bahwa tren kasus Covid-19 di wilayahnya mengalami penurunan. 

Hal itu merupakan hasil dari pengawasan protokol kesehatan yang ketat. 

Menurut Wali Kota Risma, di fasilitas umum pun tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya komunitas di pasar menerapkan seminimal mungkin adanya kontak fisik antara pembeli dan penjual. 

"Di pasar disiapkan protokol secara ketat, mulai cara pembayaran, menyiapkan tempat menaruh uang pembayaran dan membuat tirai di antara pedagang dan pembeli," jelasnya dalam telekonferensi BNPB, Selasa (26/6).

Selain itu, mengatur alur untuk pembeli melewati rute yang dilalui selama di pasar. Satuan tugas juga memantau dan mengawasi aktivitas yang terdapat di ruang publik. Bahkan akan ada sanksi apabila terjadi pelanggaran terhadap kebijakan yang telah ditetapkan. 

"Pasar, mal, restoran dan fasilitas umum lainnya ada satgas untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Jika terdapat satu kasus positif akan diberikan sanksi berupa pencabutan izin atau ditutup sementara," tutur Wali Kota Risma.

Serta adanya perubahan cara dalam melakukan rapid test massal. Jika ada satu kasus di kampung maka akan dilakukan rapid test satu kampung. Sekarang lebih kecil lagi yaitu melakukan per komunitas.

"Sekarang dilakukan per komunitas, misalkan komunitas guru kita rapid test semua. Kemudian di sekitar rumah sakit, pedagang, termasuk masyarakat dalam lingkungan tempat mereka berdagang," jelas Wali Kota Risma.

Rapid test dilakukan terhadap seluruh warga yang ada di Surabaya. Tidak terbatas hanya yang memiliki KTP Surabaya saja.

"Semua warga di Surabaya akan diperiksa ketika terdapat kasus positif di lingkungan tersebut dan akan dilakukan tracing. Hal ini diharapkan mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi," ujar Wali Kota Risma.

Surabaya masih menjadi penyumbang terbanyak kasus baru Covid-19 di Provinsi Jawa Timur. Per Senin kemarin, akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 4771.  

Komentar