Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:17
SELEBRITAS

Film Pendek Tentang Seni Bela Diri dari Buton, Arie Kriting: Mari Lestarikan Budaya Bangsa

Film Pendek Tentang Seni Bela Diri dari Buton, Arie Kriting: Mari Lestarikan Budaya Bangsa
Arie Kriting (MSN.com)

ASKARA - Seni bela diri tersebar di seluruh pelosok negeri. Seni itu kerap ditampilkan ketika upacara atau kegiatan tertentu. Seiring waktu, kian luntur terkikis zaman. Seharusnya sebagai identitas budaya, seni bela diri patut dilestarikan.

Komika Arie Kriting mengajak masyarakat untuk melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia. Seperti yang dilakukannya dengan turut mengunggah adegan film pendek bercerita tentang seni bela diri Buton, Sulawesi Tenggara.  

"Yinciamo manga rambanga. Ini bentuk seni beladiri di Buton, bernama Balaba. Apa ada bela diri yang khas di daerah kalian? Mari lestarikan budaya bangsa," ucapnya dalam akun Instagram miliknya arie_kriting, Selasa (23/6).

Balaba masih melekat kuat diingatan orang Buton sebagai sebuah seni pencak silat khas lokal genius daerah ini. Seni beladiri ini merupakan akulturasi budaya masyarakat Melayu Nusantara yang berbaur dengan ritual kebutonan. 

Arie sangat menantikan keseruan cerita film pendek dan para pemainnya. "Mantap ini. Sangat ditunggu aksinya @ridho_jail_deltoidz_squads dkk. Hormat," cetusnya.  

Untuk menyaksikan lebih lengkapnya adegan seni bela diri yang menampilkan kekuatan, kelincahan, fleksibilitas, presisi dan serangan balik. Bisa menonton di channel Youtube Alan ASJKG. 

"Film pendek karya sutradara muda @alanasjkg_yb yang mengisahkan Seni Beladiri dari Buton "Balaba" yang lama hilang, saksikan aksinya di Youtube Alan ASJKG," tulis akun Instagram milik @ridho_jail_deltoidz_squads.

Satu sumber menyebutkan, seni bela diri Balaba khususnya di negeri Wolio-Kota Baubau pernah mencapai keemasannya saat tokoh Buton sekaligus mantan Wakil Wali Kota Baubau Halaka Manarfa masih hidup. 

Pria merakyat yang akrab disapa ‘Pak Haji’ itu mencintai seni bela diri Balaba. Bahkan pernah didapuk menjadi Ketua Pengcab IPSI Kota Baubau, dan bahkan IPSI Sulawesi Tenggara dengan gelar ‘Pendekar Balaba’. 

Namun “Pak Haji” wafat di Jakara pada hari Jumat 14 Agustus 2009 silam.

Komentar