Sabtu, 08 Agustus 2020 | 19:23
NEWS

Anak-anak Perbatasan Belajar Mengaji dengan Pak Tentara

Anak-anak Perbatasan Belajar Mengaji dengan Pak Tentara
Pratu Kotibul dan Pratu Faisal Asmi menjadi guru ngaji di Masjid Al Muhajirin di Kampung Baidub, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua (Puspen TNI)

ASKARA - Tak sekedar menjalankan tugas menjaga perbatasan RI-PNG sektor selatan, prajurit Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad juga bisa menjadi guru ngaji bagi anak-anak di Kampung Baidub, Distrik Ulilin.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Mayor Inf Rizky Aditya, mengatakan, berbagai kegiatan pembinaan teritorial di perbatasan terus digiatkan oleh prajurit Satgas Pamtas disamping tugas utamanya, seperti kegiatan karya bakti, pengobatan keliling, bakti sosial, hingga menjadi guru mengaji bagi anak-anak di sekitar pos.

Seperti yang dilakukan anggota Pos Bupul 12, Pratu Kotibul dan Pratu Faisal Asmi yang menjadi guru mengaji di Masjid Al Muhajirin bagi anak-anak di Kampung Baidub, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua. 

"Dua anggota Pos Bupul 12 turut membantu menjadi guru ngaji setiap sore hari, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan guru ngaji untuk anak-anak muslim di kampung tersebut," kata Rizky, Minggu (7/6). 

Anak-anak belajar mengaji dengan membaca al-Quran dan juga Iqra serta bacaan surat-surat pendek. 

Rizky melihat, anak-anak yang tinggal di kampung perbatasan itu antusias untuk belajar mengaji. Kegiatan seperti ini merupakan wujud kepedulian Satgas dibidang pendidikan sejak awal bertugas Juli 2019.

Pengurus Masjid Al Muhajirin, Ustad Nahyudin (40) berterima kasih dan sangat terbantu dengan adanya bantuan guru ngaji dari personel Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad. 

“Kami semua senang dan berterima kasih dengan adanya bantuan dari personel Pos Bupul 12 menjadi guru ngaji bagi anak-anak kami, terlihat anak-anak pun semangat untuk belajar dengan Bapak-bapak TNI,” tuturnya.

Komentar