Melatih Kreativitas dan Skill Ilustrasi di Tengah Pandemi, Ikuti Komunitas Ini
ASKARA - Banyak hal positif dapat dilakukan dilakukan selama masa penaggulangan pandemi virus corona (Covid-19). Membuat gambar maupun sketsa band-band metal misalnya. Seperti halnya yang dilakukan komunitas ilustrator bernama Homefront.
Komunitas asal Bandung itu berdiri sejak beberapa bulan lalu. Semula mereka pernah memiliki komunitas serupa, namun sebagian besar anggotanya memutuskan membentuk komunitas ini dengan hastag Outcast Collective.
Salah satu pendiri komunitas Homefront, Ridwan Nandar Nugraha mengatakan, masyarakat umum dan khususnya pencinta ilustrasi bisa memanfaatkan situasi di tengah musibah bencana non alam saat ini untuk meningkatkan sisi kreativitas.
"Situasi seperti ini kesempatan mengasah skill khususnya kawan-kawan illustrator. Untuk khalayak umum bisa jadi ajang melatih kreativitas memanfaatkan kesempatan mencoba hal lain yang bermanfaat," ujarnya kepada Askara saat dihubungi, Selasa (26/5).
Meski sebelum wabah virus ini menyerang banyak kegiatan yang dilakukan mereka. Seperti gathering jalanan rutin di New Majestic Braga (eks gedung AACC), Jalan Braga, Kota Bandung. Kini mereka kerap memposting karya di media sosial.
"Karyanya lebih ke desain rutin digarap masing-masing artist. Entah itu commission atau stock portfolio yang jelas benang merah karya masih bernuansa extreme music," tutur Ridwan.
Selain itu, mereka menggelar diskusi secara virtual sesama member yang berjumlah 20 orang. Dari anak muda hingga orang dewasa. Dengan berbagai macam profesi.
"Kalau diskusi ringan semisal kerinduan menggelar pameran. Sharing teknik atau marketing. Usia para member dari 17 - 45 tahun," ucap Ridwan.
Kerinduan mereka beraktivitas di luar rumah tidak terhindari. Namun hasrat itu harus tertahan sementara lantaran pandemi Covid-19 belum mereda. Kendati demikian kondisi ini dimafaatkan untuk tetap berkarya.
"Justru bagi kita sih lebih ke pekerjaan atau sumber nafkah, yang jadi obat bosennya justru gathering jalanan itu," imbuhnya.
Torehan prestasi pun telah mereka raih. Para member pernah diundang pameran dari Pulau Jawa hingga Bali. Bahkan karyanya sudah diterima masyarakat internasional.
"Beberapa ada yang karyanya diundang untuk di-display di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Amerika," ungkapnya.
Bagi pemula yang ingin mulai mengenal mengenai dunia ilustrasi bisa membentuk anatomi benda dan shadowing atau arsir. Meski shadowing disebut paling sulit untuk beberapa member.
Tentunya berharap komunitasnya ke depan bisa lebih solid. Tetap jadi komunitas yang tidak ragu berbagi baik itu skill atau marketing karya. Adapun target mereka bisa menggelar pameran kembali. "Mudah-mudahanan ke depannya bisa gelar pameran atau artour," tandas Ridwan.

Komentar