Jumat, 19 Juni 2026 | 09:13
NEWS

Industri Film Mencari Cara Bertahan dari Pandemi Covid-19

Industri Film Mencari Cara Bertahan dari Pandemi Covid-19
Ilustrasi. (Zulfanafdhilla)

ASKARA - Pandemi virus corona (Covid-19) mengakibatkan sejumlah industri terdampak. Termasuk sektor industri kreatif perfilman yang terpaksa menghentikan produksinya. 

Sutradara Anggy Umbara mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kendati belum mendapat petunjuk untuk memulai kembali aktivitasnya di industri film.

"Saat ini kita masih menunggu SOP new normal di Indonesia. Karena kan virus ini masih ada dan vaksin belum ditemukan," ujar Anggy dalam diskusi mengenai nasib industri film Indonesia, Senin (25/5). 

Rumah produksi miliknya Umbara Brothers saat ini mulai diterpa persoalan ekonomi. Karena uang tidak bisa berputar akibat terlalu lama tidak melakukan syuting.

"Kalau di kita sebagai sutradara dan pemilik PH (rumah produksi) jelas terpengaruh karena kita punya karyawan yang tetap harus digaji," tutur Anggy. 

Sutradara Film Comic 8 itu menyadari dampak pandemi Covid-19 terhadap sejumlah rumah produksi berskala besar di Indonesia. Maka itu, pemerintah perlu sigap menangani bencana non alam tersebut. 

"Saya tahulah banyak PH besar yang saat ini sudah merumahkan karyawan. Tapi kalau harus begini terus, dua atau tiga bulan ke depan PH seperti kami juga sudah harus mulai jual barang nih," kata Anggy. 

Adapun upaya bersama petinggi Umbara Brothers menjaga agar tidak ada karyawan yang dipecat. Dengan cara itu bisa membantu meski tidak mungkin terus-menerus melakukannya. 

"Saya dan teman-teman sudah bikin kelas, kita sampaikan beberapa materi. Dan ada donasi lah dari yang ikut kelas itu," ujar Anggy. 

"Ya kemarin bisa terkumpul uang sampai hampir Rp 100 juta, dan kita bagikan itu ke sutradara, talent coordinator. Tapi baru di level itu, kalau kru dan sisanya masih masing-masing," tandasnya.

Komentar