Renovasi Masjid Istiqlal Hampir Selesai, Siap Dipakai Setelah Pandemi
ASKARA - Proses renovasi Masjid Istiqlal Jakarta telah mencapai 89 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2020.
Meski sedang ada pandemi virus corona (Covid-19) renovasi masjid terus dilakukan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Masjid Istiqlal nantinya akan bisa digunakan lagi setelah wabah Covid-19 berlalu.
"Masjid Istiqlal juga baru bisa digunakan setelah pandemi Covid-19 berakhir," ujarnya kepada media, Sabtu (16/5).
Renovasi Masjid Istiqlal yang mulai dikerjakan pada Mei 2019 ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan 1441H/2020M. Akan tetapi karena ada pandemi Covid-19 dan diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, penyelesaian renovasi mundur 1,5 bulan.
Lingkup pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal meliputi penataan kawasan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), pekerjaan interior dan signage dengan anggaran sebesar Rp 475 miliar.
Menurut Menteri Basuki, renovasi Masjid Istiqlal dilaksanakan sesuai protokol pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.
"Serta Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi jangan sampai pekerja konstruksi kita terpapar Covid-19," jelasnya.
Menteri Basuki menjelaskan, Masjid Istiqlal memiliki luas area kawasan 91.629 meter persegi (tidak termasuk area sungai) dan luas bangunan masjid 80.948 meter persegi yang bisa menampung 200.000 jemaah.
Pekerjaan penataan kawasan meliputi pengembalian Axis Monas dan perapihan Zoning Kawasan, perbaikan gerbang, penambahan plaza-plaza sebagai ruang publik, perbaikan riverfront sepanjang sungai, penambahan gedung parkir lapis dua (basement), perbaikan kantin dan penambahan area PKL.
Ruang-ruang parkir yang ada di permukaan kini dimanfaatkan sebagai taman hijau dan area publik. Bahkan di sisi sungai disediakan amphiteater untuk berbagai kegiatan pendukung.
Pekerjaan arsitektur mencakup pekerjaan fasad, lantai, dinding, kusen, jendela, pintu, ruang wudhu, toilet dan kamar mandi.
Pekerjaan interior di antaranya adalah interior ruang salat utama, area VIP dan perkantoran pengurus masjid. Pekerjaan MEP di antaranya adalah perbaikan sistem MEP keseluruhan bangunan, instalasi solar panel pada atap selasar, dan perbaikan tata pencahayaan interior dan eksterior. Pekerjaan signage meliputi pergantian signage gerbang, ruang luar dan interior.
"Saya minta betul-betul bahwa produk dalam negeri digunakan dalam renovasi Istiqlal ini. Setidaknya pabriknya ada di Indonesia, misalkan AC, furniture hingga lampu gantung," kata Menteri Basuki.
Dalam melakukan renovasi, Menteri Basuki menekankan kepada kontraktor pelaksana untuk tidak hanya memaksimalkan fungsi Masjid Istiqlal sebagai tempat ibadah tetapi juga memperhatikan arsitektur, seni, estetika. Dan yang tak kalah penting tetap mempertahankan pada kaidah-kaidah cagar budaya bangunan masjid terbesar di Asia Tenggara itu.
Renovasi Masjid Istiqlal ini merupakan renovasi pertama dan terbesar sejak dibangun 41 tahun lalu yang merupakan tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo usai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2018.

Komentar