Fraksi Gerindra Nilai Kepemimpinan Airin-Ben Sudah Mentok
ASKARA - Pandemi Covid-19 menjadi ujian bagi duet kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie.
Wali kota dan wakil wali Kota Tangerang Selatan itu ditunggu-tunggu terobosannya untuk menyelamatkan roda perekonomian yang ambruk. Namun, gebrakan kebijakan belum juga muncul. Justru Airin-Ben dinilai hanya larut dalam seremoni pembagian bantuan sosial.
Ketidakhadiran kebijakan pemimpin untuk menyelamatkan sektor perekonomian Tangsel yang ditopang perdagangan dan jasa dinilai sebagai mentoknya kualitas kepemimpinan Airin-Ben. Terlebih, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar telah berdampak signifikan bagi pelaku usaha juga masyarakat.
PSBB yang membatasi beberapa sektor kegiatan usaha berdampak melemahnya daya beli masyarakat karena pelaku usaha yang tidak dikecualikan dalam kebijakan tersebut terhenti sementara operasionalnya.
"Di sinilah peran penting seorang kepala daerah. Airin-Ben sangat diharapkan membuat suatu kebijakan yang bisa menggerakkan dunia usaha," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra-PAN DPRD Tangsel Abdul Rahman, Jumat (15/5).
Menurutnya, melihat rekam jejak 10 tahun duet kepemimpinan Airin-Ben, kebijakan yang diharapkan tersebut hanya harapan belaka. Bahkan Abdul Rahman menilai, Tangsel menjadi kota yang seperti berjalan sendiri tanpa pemimpin alias auto pilot.
Dia memberi contoh sederhana soal pendataan masyarakat terdampak wabah Covid-19 yang akan menerima bansos.
"Carut marut dalam distribusi bansos membuktikan bahwa Pemkot Tangsel gagap teknologi dan gagal memahami penderitaan masyarakat. Padahal motto kota begitu mentereng yakni cerdas, modern dan religius tetapi kenyataan sangat terbalik," jelas Abdul Rahman.
Kota Tangsel telah memberlakukan PSBB selama hampir satu bulan namun masyarakat hanya dituntut kepatuhannya sementara kebutuhan dasar mereka yang merupakan hak masih terabaikan.
"Dalihnya karena masih pendataan. Airin-Ben hanya bisa larut dalam seremoni pembagian bansos dari pusat tanpa bisa membuat suatu legacy (kebijakan) bagi masyarakat. Pemimpin itu yang dilihat adalah kebijakannya yang pro rakyat bukan pemimpin yang hanya bisa tebar pesona," papar Abdul Rahman.
Dia menambahkan, kondisi demikian mengisyaratkan akhir dari karier politik Airin-Ben. Meski Ben kembali mencalonkan diri di Pilkada Tangsel 2020 namun masyarakat sudah cerdas dalam memberikan penilaian.
"Mungkin inilah senjakala Airin-Ben di Tangsel. 2021 nanti Tangsel perlu pemimpin yang benar-benar mau bekerja untuk masyarakat," pungkas Abdul Rahman.

Komentar