Jumat, 19 Juni 2026 | 04:49
NEWS

BNPB Klaim PSBB Berhasil

BNPB Klaim PSBB Berhasil
Ilustrasi. (Okezone)

ASKARA - Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Dody Ruswandi mengatakan, secara umum penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di sejumlah daerah telah menunjukkan keberhasilan menurunkan angka positif Covid-19.

"Bahwa secara umum PSBB ini berhasil. Kemarin kami sudah rapat dengan beberapa gubernur," katanya saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR secara virtual, Selasa (12/5).

Dody mencontohkan, di Kota Makassar mengalami perkembangan positif setelah melakukan PSBB 14 hari. Pertumbuhan Covid-19 di Makassar yang tadinya 70 persen, setelah PSBB hanya 29 persen.

"Tingkat kesembuhan 16 persen, setelah PSBB menjadi 86 persen. Begitu juga angka kematian juga menurun dari delapan persen menjadi empat persen," ujarnya.

Selain Makassar, Kota Tangerang Selatan juga mengalami perkembangan bagus setelah 14 hari menjalankan PSBB. 

"Tangsel efektivitasnya mencapai 70 persen," kata Dody.

Pun demikian di DKI Jakarta, Dody mengklaim angkanya mengalami penurunan setelah pelaksanaan PSBB karena memang sebagian masyarakat berangsur pulang ke daerah. Menurutnya, sekarang isu tentang Covid-19 agak meningkat di Jawa Timur.

Karena itu, sekarang ini fokus perhatian juga terjadi di Jatim. 

"Jadi, Jabodetabek relatif menurun, daerah Jatim malah meningkat," ujar Dody.

Dody menuturkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data angka berkurangnya Covid-19 di Jabodetabek karena pemberlakuan PSBB. Namun, berdasarkan laporan yang ada, di Bogor kemarin sudah menurun. Hanya saja, di Bekasi masih terkendala di hulunya yakni beberapa pabrik di Jakarta masih beroperasi.

"Maunya beberapa daerah di Jabodetabek, pabrik-pabrik itu benar-benar ditutup sehingga arus transportasi ke Jakarta berkurang karena meningkatnya kasus berhubungan dengan arus transportasi," jelas Dody. 

Dody menegaskan bahwa Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo sudah memberikan kewenangan kepada para bupati, wali kota Jabodetabek untuk jangan sungkan melakukan kewenangannya, dan tindakan tegas bila ada pabrik yang masih buka.

"Kalau pabrik tidak melakukan social distancing, lakukan hal yang lebih keras," ujarnya.

Dody menambahkan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo juga telah mengirim surat kepada Kementerian Perindustrian agar semua kawasan pabrik yang karyawannya banyak mengadakan mesin PCR sendiri sehingga terjadi lagi klaster baru. (jpnn)

Komentar