Jumat, 19 Juni 2026 | 15:39
NEWS

Ventilator Buatan UI Lulus Uji, Siap Diproduksi 1.000 Unit Sebulan

Ventilator Buatan UI Lulus Uji, Siap Diproduksi 1.000 Unit Sebulan
COVENT-20 (Dok Universitas Indonesia)

ASKARA - COVENT-20, sebuah Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik yang dikembangkan oleh Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI), dinyatakan telah lulus uji produk untuk mode ventilasi CMV dan CPAP.

Lulus uji ini diumumkan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK), 29 April 2020 lalu. Saat ini, COVENT-20 dijadwalkan melalui proses prauji klinis dengan animal experiment di Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran UI (IMERI FKUI) dan uji klinis di rumah sakit yang ditunjuk, serta produksi dengan mitra industri.

UI sendiri menargetkan dalam waktu satu bulan ini akan memproduksi 1.000 ventilator, yang akan diserahkan kepada RS rujukan Covid-19 melalui kolaborasi penggalangan donasi dari berbagai pihak yang dikoordinasikan oleh Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI (ILUNI FTUI).

"Kami sangat bersyukur ventilator yang kami kembangkan ini akhirnya dapat dinyatakan lulus uji untuk dua mode ventilasi. Keunggulan ventilasi multimode COVENT-20 akan sangat membantu para tenaga medis dalam menangani PDP dan positif Covid-19 saat di perjalanan dengan mobil ambulans maupun saat di Instalasi Gawat Darurat (IGD)," ujar Ketua Tim Ventilator UI, yang juga Ketua Program Studi Teknik Biomedik FTUI, Basari DT, Jumat (1/5).

Dalam fungsinya, ventilasi multimode COVENT-20 merupakan Mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang digunakan untuk pasien PDP yang masih sadar, jadi hanya perlu dibantu diberikan oksigen ke paru-paru dengan tekanan positif, dan setiap napas dimulai dan dihentikan oleh pasien sendiri dengan volume tidal.

Namun, laju pernapasan yang ditentukan oleh mekanisme pernapasan mereka. Mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV) digunakan untuk pasien hilang kesadaran dengan gejala pneumonia yang mengalami kesulitan pernapasan, sehingga perlu dikontrol oleh mesin (time-triggered).

Rektor UI, Ari Kuncoro mengatakan, biaya menciptakan COVENT-20 lebih rendah jika dibandingkan dengan ventilator komersial lainnya.

"Biaya pembuatan COVENT-20 lebih rendah bila dibandingkan dengan tipe ventilator transport komersial yang tersedia saat ini. COVENT-20 juga memiliki ventilasi multimode, hemat energi dengan baterai lithium-ion, memiliki bentuknya ringkas dan sederhana, pengoperasian yang mudah, serta menggunakan filter bakteri sehingga aman digunakan untuk pasien," ujarnya.

Dekan FTUI, Hendri D.S Budiono mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan kerja sama lini produksi dengan beberapa perusahaan sebagai mitra fabrikasi utama, antara lain seperti PT Graha Teknomedika, PT Indofarma dan PT Pindad.

"Selain itu juga kami juga bermitra dengan beberapa perusahaan lokal untuk supply chain komponen ventilator ini," kata dia.

Pengembangan COVENT-20 sebagai Ventilator Transport kreasi anak negeri yang rendah biaya dengan sistem pneumatik merupakan solusi untuk bangsa, di tengah keterbatasan stok ventilator impor dengan kondisi pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap alat kesehatan impor.

"Pesan ini disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat tim Ventilator UI melakukan presentasi di hadapan keduanya pada kesempatan berbeda," kata Hendri. 

Untuk diketahui, Tim Ventilator UI merupakan kolaborasi dari para peneliti di FTUI, FKUI, Rumah Sakit UI (RSUI), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Jurusan Teknik Elektromedik dan RSUP Persahabatan Jakarta, serta didukung perusahaan kalibrasi alat kesehatan PT Medcalindo. Inovasi karya UI ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ventilator rumah sakit di Indonesia.

Komentar