Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:47
NEWS
Tanpa Perlu Isi Ulang dan Tidak Bernoda

Untuk Sterilisasi Covid-19, ITS Rancang Lampu LED IUV

Untuk Sterilisasi Covid-19, ITS Rancang Lampu LED IUV
lampu ruang isolasi LED 405nm IUV

ASKARA - Bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil merancang lampu ruang isolasi LED 405nm IUV. Selain lebih aman digunakan, lampu IUV ini juga mudah dipasang permanen di plafon-plafon ruangan.

"Pada prinsipnya, lampu IUV ini hampir sama dengan Robot Violeta ITS yang juga digunakan untuk sterilisasi," ujar Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Hubungan Internasional, Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, beberapa waktu lalu.

Bambang menilai lampu IUV ini sangat efektif karena dapat melakukan sterilisasi terus menerus dan tidak memerlukan isi ulang seperti cairan disinfektan. Di samping itu, lampu IUV ini juga tidak meninggalkan noda atau residu pada area yang disterilkan, sehingga tidak mengganggu kebersihannya.

Bambang merasa bersyukur jika di tengah-tengah pandemi corona (covid-19), ITS bisa tetap berkontribusi untuk menghasilkan berbagai produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Inovasi-inovasi tersebut juga memungkinkan untuk dipatenkan sebagai kekayaan intelektual,” katanya.

Dosen Departemen Fisika ITS, Endarko MSi PhD menjelaskan, lampu IUV tersebut bekerja dengan mengeluarkan sinar yang memiliki panjang gelombang sebesar 405 nanometer (nm) yang lebih aman bagi manusia, dapat melakukan sterilisasi ruangan tanpa harus mengosongkan orang-orang yang berada di dalamnya.

Awalnya, sinar yang dipancarkan lampu tersebut berwarna violet, sehingga dapat membuat pusing jika dilihat. Namun dengan adanya modifikasi lampu penyeimbang, dapat menghasilkan sinar yang nyaman untuk penglihatan.

"Lampu IUV ini dapat digunakan secara terus menerus hanya dengan memerlukan daya listrik sebesar 40 watt. Lampu ini juga bisa bertahan sampai dengan 50 ribu jam. Selain itu, lampu tersebut juga telah dimodifikasi dengan menyeimbangkan sinar yang dipancarkan," terang Endarko.

Saat ini, ITS telah menciptakan sebanyak 15 unit lampu LED IUV yang rencananya akan langsung digunakan di selasar RSUA. Proses pembuatannya tidak memakan banyak waktu. “Namun, keberadaan komponen yang masih jarang di Indonesia menjadi salah satu kendalanya,” ungkap Endarko.

Editor: Husnie