Kamis, 04 Juni 2026 | 07:55
COMMUNITY

Komunitas Perempuan Ungu, Mengembangkan Keterampilan Melalui Diskusi Online

Komunitas Perempuan Ungu, Mengembangkan Keterampilan Melalui Diskusi Online
Komunitas Perempuan Ungu (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Untuk menambah pengetahuan yang penting bagi kehidupan sekaligus keterampilan, Komunitas Perempuan Ungu mempunyai agenda rutin selama masa pandemi virus corona (Covid-19), yaitu diskusi online (Diskon) bersama para anggotanya.

Diskusi online ini dilakukan setiap Selasa dengan tema yang setiap minggunya selalu berubah. Diyakini kegiatan tersebut mendatangkan hal baru bagi para anggotanya yang merupakan ibu orangtua tunggal. 

Wakil Ketua Komunitas Perempuan Ungu, Wenny Suhendra menuturkan, tercetusnya ide menggelar kegiatan diskon tersebut lantaran mereka cukup resah dengan munculnya informasi tidak benar mengenai Covid-19.

Maka terciptalah kegiatan diskon, sebagai wadah para ibu orangtua tunggal perlu mendapatkan sejumlah informasi yang membangun dan yang bersifat pengetahuan ataupun kreatifitas yang bisa dilakukan di lingkungan masing-masing. 

"Acara diskusi online (diskon) setiap Selasa malam, dengan teman-teman yang menarik dari para narasumber yang bersedia suka rela meluangkan waktunya," tutur Wenny Suhendra kepada redaksi melalui pesan tertulisnya, Selasa (28/4).

Kegiatan itu sudah dimulai sejak bulan lalu, tepatnya pada 24 dan 31 Maret 2020. Tema pertama yang dibahasnya ialah bagaimana menjalankan hidup seimbang. Hidup sehat tanpa stres. Kemudian mengambil tema berkomunikasi dengan remaja.  

Menurutnya, ketika anak beranjak remaja, orangtua sering kesulitan berkomunikasi dengan anaknya. Akhirnya anak lebih suka curhat atau berkomunikasi dengan teman sebaya.

"Sebagai orangtua, apa yang harus kita lakukan? disampaikan beberapa karakteristik remaja, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka," terang Wenny. 

Memasuki bulan April tepatnya pada tanggal 7, tema kegiatan yang dipilih ialah tentang teknik terapi ketukan meningkatkan kinerja di berbagai peran kehidupan belajar. 

Minggu berikutnya pada 14 April, tema yang dipilih yakni pengelolaan keuangan untuk orangtua tunggal yang mengerti kondisi keuangan saat ini. Mengidentifikasi prioritas kebutuhan akan keuangan, menggali apa yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan keadaan yang ada. 

Diskusi online pada 21 April memilih tema bisa ambil peluang usaha, dengan cara membuat puding cup yang dijual secara online maupun offline. Sementara tema untuk hari ini adalah panen sayur di rumah. 

Tema ini dipilih karena banyak orang yang sudah mengakui bahwa berkebun di rumah sangatlah mengasyikkan, selain bisa menjadi sumber pangan yang higenis. 

Budidaya sayuran di rumah juga bisa menjadi sarana edukasi serta hiburan dan menambah estetika. Bagaimana bisa berkebun dengan lahan yang terbatas? nanti akan dikupas dalam diskon kali ini.

"Berhubung bulan puasa jadi jamnya kita majukan dari pukul 15.30-17.00 WIB. Setiap acara diskon narasumber beda-beda. Saya sebagai moderator. Sesuai bidang keahliannya," ucap Wenny. 

Menurutnya kegiatan ini bagus karena mereka bisa mendapatkan pengetahuan gratis yang mungkin di luar bisa berbayar mahal. Terlebih agar tetap kuat dan berdaya dalam kondisi seperti sekarang ini. 

"Terus berpikir kreatif untuk tetap bisa menciptakan hal-hal baru yang mendatangkan manfaat buat para ibu orangtua tunggal, bekerja sama dengan para narasumber yang ikhlas memberikan ilmunya," kata Wenny. 

Komentar