Kisah Pasien Corona Dirawat di Wisma Atlet, Pesan Gofood Sampai Konser Batuk Nasional
ASKARA - Seorang pasien mengaku bernama Juno sedang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, mengungkapkan kondisi tempatnya dirawat bersama dengan pasien lainnya melalui pesan yang diterima redaksi, Senin (27/4).
Hari pertama manjalani perawatan di Wisma Atlet, menurut Juno, terlihat lantai wisma yang kurang bersih bahkan terkesan jorok. Walaupun begitu, disediakan sapi, pengepel lantai, dan ember yang disebutnya dengan "peralatan perang". Menurutnya, pasien yang dirawat di Wisma Atlet dituntut untuk mandiri. Mencuci baju sendiri dan menjemurnya pun sendiri pula. Kecuali, makanan yang disediakan tiga kali dalam sehari berikut susu dan buah-buahan. Tak hanya itu, pasien disebutkan juga bisa memesan makanan dari luar dengan layanan aplikasi Goofood atau Gomart yang bisa masuk sampai ke lobby. Di wisma juga disediakan akses internet (Wifi) tanpa password.
"Satu lantai ada group WA-nya dgn member semua pasien selantai tsb, susternya jd admin, hebohnya bukan main. Ada yg minta ini/itu, ada yg kangen sm keluarga, ada yg ngebanyol, ada yg suka ngasi semangat kyk bpk sebelah kamar yg selalu ngomong "Atas nama Bangsa Indonesia"," ujarnya.
Sementara, terkait tempat diungkapkan bahwa setiap kamar yang diisi satu orang dilengkapi dengan pendingin. Semua fasilitas yang disediakan serta perawatan gratis. Pasien juga diizinkan membawa barang-barang pribadi.
Mendapat kiriman barang dari luar juga diperkenankan bagi pasien. Sebelum diantarkan ke kamar, barang-barang yang dikirim baik melalui kurir atau aplikasi Gofood ditaruh di lobi.
"Abang gojek cm boleh sampe depan lobby, brgnya ditaruh dulu baru dipindah sm petugas ber APD kemarih, gak boleh ada sentuhan fisik," katanya.
Terkait makanan. Setiap hari pasien mendapatkan jatah nasi boks. Di dalamnya berisi 3 macam lauk, sayuran, nasi, dan buah. Juga ada makanan kecil yang dikirimkan berupa roti, biskuit, dan air mineral.
Menurutnya, kondisi di kamar perawatan tak terlihat mencekam ataupun menakutkan. Beragam momen pun terekam, seperti saat ada pasien yang sudah diperbolehkan pulang. Doa dan harapan pun dipanjatkan dari semua pihak.
"Yha kalo masuk ruang IGD or ICU nya si mungkin horror, tp kalo yg di lantai ini mostly mrk yg sdh sehat stabil, cm tinggal nunggu bbrp gejala mereda aja kebanyakan batuk. Jd disini udh kyk lg ikutan konser batuk nasional," selorohnya.
Tenaga medis yang bertugas di Wisma Atlet, katanya, baik itu dokter, perawat dan lainnya bekerja dengan sistem shift dan rolling. Banyak dokter yang bertugas dari kalangan TNI dan Polri serta IDI.
Dia pun bercerita hingga bisa dirawat di RSD Wisma Atlet. Bermodal surat hasil swab positif dan riwayat pernah diopname serta kelengkapan dokumen lainnya dengan gejalan batuk kering dimana pusat gatalnya berada di dada tak hanya di tenggorokan. Lalu, demam tinggi mendadak, menggigil, lidah pahit, semua makanan rasanya berubah, mual seperti mau muntah, diare, keringat malam, serta nyeri di dada. Namun, dia mengaku tak tahu menular dari mana dan kapan.
Dia juga bercerita mengenai perawatannya. Saat di-swab, menurutnya sangat tidak nyaman. "Ini tuh slh satu alasan knp kalian jgn smp kena corona ya gaes, swab tuh ga nyaman bgt. Bayangin aja cotton buds raksasa dicolok ke dlm hidung sampe mentok ke belakang. Yg dicolok 2 lubang hidung sm tenggorokkan kelen (ini plg nyiksa, kyk mo muntah)," ungkapnya.
Ruang pemeriksaan di Wisma Atlet, kata Juno, juga digabung dengan ruangan HCU (High Care Unit). Di situ banyak pasien berbaring di paramount bed. "Sedih, pgn nangis dan ngerasa bersyukur udh lewati masa2 kritis. Semangat ya semua," ujarnya.
Selain itu, jamaah tablig akbar di Kebon Jeruk juga dirawat di Wisma Atlet. "jemaah WNA nya jg bnyk. Jd kalo ada temen/kerabat yg msh ngotot ibadah di tempat ibadah, tolong sampaikan pesan: Mas/mbak, ibadahnya di Wisma Atlet aja. Tempatnya gede, enak, nyaman, pake AC," ungkapnya.
Dia berpesan, agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah saran dari para dokter dan nasehat dari para pemuka agama, agar mata rantai virus corona bisa terputus.
"Kalian tdk hidup sendiri, pikirkan nasib kami jg disini yg jg ingin berkumpul dgn keluarga dlm keadaan sehat. Jgn sampai malah kalian nanti yg jd penghuni berikutnya. Oiyaaa gaesss..utk sodara2 ku & teman2 muslim SELAMAT MENJALANKAN IBADAH RAMADHAN, semoga selalu sehat hingga akhir RAMADHAN & INDONESIA kembali SEHAT," pungkasnya.

Komentar