Disambangi Orca, Bukti Perairan Anambas Subur
ASKARA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima laporan munculnya sekawanan Orca di sekitar Taman Wisata Perairan (TWP) Anambas, Kepulauan Riau.
Menurut KKP, munculnya sekawanan ikan tersebut di kawasan konservasi perairan dengan luas 1,2 juta hektare ini merupakan fenomena langka. Peristiwa itu terekam melalui ponsel Aldi Pratama yang merupakan seorang nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas dan sempat viral di media sosial.
KKP melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru pun menelusuri kebenaran video yang beredar di media sosial. Aldi pun membenarkan bahwa video tersebut diambil pada 30 Maret 2020 sekitar pukul 12.00 WIB saat terlihat tujuh ekor Orca.
Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono mengatakan, kemunculan Orca tersebut menandakan wilayah Perairan Anambas memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi.
"Dengan kondisi keanekaragaman hayati yang tinggi, sangat tepat bila wilayah ini perlu dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi dengan fokus pengembangan konservasi berbasis ekowisata di belahan barat NKRI. Ini menjadi peluang bagi pemerintah RI," ujar Aryo, Jumat (24/4).
Aryo mendorong agar Provinsi Kepulauan Riau mengalokasikan sebagian ruangnya untuk konservasi dan mewujudkan ke dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil (RZ WP3K).
Sesuai Kepmen KP Nomor 37/KEPMEN-KP/2014 TWP Anambas merupakan wilayah perairan yang dikelola KKP maka berkumpulnya Orca di perairan Anambas perlu mendapat perhatian yang juga didukung dengan penelitian lebih, sebab kehadiran ikan tersebut merupakan fenomena yang langka dan dapat memperkaya data konservasi perairan Indonesia.
"Munculnya Orca di perairan Anambas bisa menjadi indikasi bahwa wilayah perairan tersebut subur, banyak sumber makanan yang pada gilirannya dapat meningkatkan sumber daya perikanan sebagai sumber pangan. Sesuai dengan target SDGs 14, artinya Indonesia memiliki aset pangan yang baik," tutur Aryo.
Mewujudkan suatu kawasan konservasi sebagai resources keanekaragaman hayati untuk pemenuhan pangan serta obat-obatan ke depan juga perlu dikuatkan oleh kemitraan kementerian/lembaga, pemda, peneliti dan NGO serta masyarakat khususnya di sekitar Kawasan Konservasi Nasional Anambas.
Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah melalui Perpres Nomor 56 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Terpadu Taman Nasional dan Kawasan Perairan Nasional Tahun 2018-2025.

Komentar