Jumat, 19 Juni 2026 | 17:40
NEWS

Menag Fachrul Razi: Mudik Lebih Banyak Mudaratnya, Silaturahim Bisa dengan Cara Lain

Menag Fachrul Razi: Mudik Lebih Banyak Mudaratnya, Silaturahim Bisa dengan Cara Lain
Menteri Agama, Fachrul Razi (Istimewa/Tempo.co)

ASKARA - Mudik atau pulang ke kampung halaman saat Lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, untuk menyambung silaturahmi dengan orangtua dan sanak keluarga. Namun mudik di tengah pandemi virus corona cenderung memberikan mudarat. 

Mudaratmya lebih besar dibandingkan manfaatnya, ini disebabkan penyebaran Covid-19 berpotensi akan lebih meluas jika masyarakat melakukan mobilitas. 

"Potensi penyebaran Covid-19 harus kita antisipasi. Mudik bisa menjadi salah satu faktor. Sehingga, mudik saat pandemik dinilai lebih banyak mudaratnya. Sebab, mudik bisa menjadi sarana tersebarnya Covid-19 ke kampung," ujar Menteri Agama, Fachrul Razi di Jakarta, Rabu (22/4). 

Fachrul Razi menyatakan, jika masyarakat sayang keluarga di rumah, sayang sama orangtua dan saudara di kampung. Maka tahun ini harus bisa menunda mudik. 

"Silaturahim bisa kita jalin dengan cara lain, misalnya melalui sambungan telepon atau lainnya,” imbuhnya.

Fachrul mengakui, mudik sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Namun, meski mungkin dirasa berat kebijakan pemerintah memberlakukan larangan mudik itu demi kebaikan masyarakat Indonesia. Kebijakan itu diterapkan demi menjaga kesehatan bersama. 

"Memang masyarakat kita, termasuk saya dan keluarga, dalam kondisi normal, kalau pertengahan Ramadan biasanya sudah bersiap untuk pulang kampung. Enak rasanya puasa bersama keluarga di kampung, bersama saudara-saudara semua, apalagi menjelang Idul Fitri," tuturnya.

Namun masyarakat mengetahui bersama bahwa situasi sekarang tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, Pemerintah, dalam Presiden Joko Widodo mulai 24 April melarang untuk mudik. "Dan kami mendukung itu,” ucapnya. 

Fachrul berharap, larangan mudik ini tidak mengganggu kekhidmatan bulan Ramadan yang akan segera tiba. Sebaliknya, masyarakat bisa fokus menjalani ibadah di rumah selama bulan Ramadan.

"Mudah-mudahan ini tidak mengurangi kegairahan dan semangat ibadah di bulan Ramadan. Mari semarakkan Ramadan, dengan beribadah di rumah saja," tandasnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara resmi melarang mudik Lebaran 2020 untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Mudik resmi dilarang pemerintah bagi semua warga tanpa kecuali.

Komentar