Minggu, 21 Juni 2026 | 20:27
TRAVELLING

Menikmati Eksotisme Stalaktit dan Stalakmit di Gua Gong

Menikmati Eksotisme Stalaktit dan Stalakmit di Gua Gong
Stalaktit dan stalakmit di dalam Gua Gong. (Jalanjalanyuk)

ASKARA - Kabupaten Pacitan di Jawa Timur memiliki beberapa objek eksotis yang layak masuk dalam daftar destinasi wisata.

Karena daerahnya cenderung tandus dan terdiri dari bukit-bukit kapur, Pacitan menyimpan keindahan alam jauh di bawah tanah. Gua menjadi salah satu wisata andalan kampung halaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. Yang paling terkenal adalah Gua Gong.

Sepanjang perjalanan menuju Gua Gong akan disuguhi pegunungan kapur. Selain juga rerimbunan pohon jati di pinggiran bukit menjadi pemandangan menyejukkan mata. Gua Gong masuk ke dalam wilayah Desa Bomo, Kecamatan Punung.

Mengunjungi Gua Gong pada hari libur atau akhir pekan akan menemui banyak kios penjaja makanan dan minuman yang melayani wisatawan. Biasanya pengunjung Gua Gong mencapai puncaknya di akhir pekan. Untuk menuju pintu gua, pengunjung harus menaiki tangga dan selanjutnya turun lagi menuju perut Bumi.

Dibutuhkan alat penerangan seperti senter atau lilin agar bisa menikmati kondisi di dalam gua. Penduduk setempat banyak yang menawarkan jasa peminjaman senter dan pemandu wisata. Selain juga menjual buku panduan jika pengunjung tidak ingin menggunakan jasa pemandu.

Di dalam Gua Gong banyak ditemukan stalaktit dan stalakmit berbentuk mirip sedotan. Kreasi alam ini akan terus berkembang selama tetesan air di atasnya masih mengalir. Dibutuhkan puluhan tahun untuk menambah panjang 1 centimeter. Maka, sebuah stalaktit dan stalakmit yang sudah terbentuk, diyakini berumur ratusan tahun sehingga bisa membentuk berbagai ukuran.

Gua Gong bisa dibilang memiliki bentuk stalaktit dan stalakmit terlengkap di Pulau Jawa. Salah satu bentuknya yang indah adalah yang menyerupai gorden dengan bintik-bintik seperti mutiara di dalamnya.

Menikmati eksotisme stalaktit dan stalakmit, pengunjung diberikan batas khusus dengan pegangan di sepanjang trek yang bisa dilalui. 

Adapun, nama Gua Gong sendiri diberikan karena degungan mirip gong yang akan memenuhi ruang di dalam gua ketika salah satu stalaktit dan stalakmit dipukul. (dbs)

Komentar