Rabu, 17 Juni 2026 | 22:34
NEWS

Pengguna Angkutan Umum Menurun Selama Pandemi Corona

Pengguna Angkutan Umum Menurun Selama Pandemi Corona
Ilustrasi penumpang KRL. (Antara)

ASKARA - Pengguna angkutan umum di wilayah Jabodetabek cenderung menurun pada masa pandemi virus corona. (Covid-19). 

Penurunan sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara resmi. 

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menyatakan bahwa Jakarta pada Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi, sehingga mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum. 

Untuk layanan Transjakarta selama April 2020 sampai dengan tanggal 15 jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan yaitu lebih kurang 83 ribu orang per hari. 

Padahal dalam kondisi normal pada Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840 ribu orang per hari. 

"Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak bulan Maret sebesar rata-rata 550 ribu orang per hari atau turun 34,52 persen dibandingkan jumlah penumpang normal bulan Januari 2020," jelasnya kepada media, Senin (20/4).

Penurunan penumpang pada layanan Moda Raya Terpadu (MRT) pada bulan Maret sebesar 47,05 persen yaitu sekitar 45 ribu orang per hari. Bulan Januari lalu penggunanya mencapai sekitar 85 ribu orang per hari. 

"Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15 hanya berkisar lima ribu penumpang per hari atau turun sebesar 94,11 persen dibanding Januari 2020," kata Polana.

Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda transportasi KRL. Pada Januari lalu, KRL setiap harinya melayani sebanyak kurang lebih 859 ribu orang. Pada Maret jumlahnya turun sebesar 30,38 persen menjadi sekitar 598 ribu orang per hari. 

Adapun untuk bulan April sampai dengan tanggal 15 terjadi penurunan penumpang yaitu hanya sebanyak 183 ribu orang per hari atau turun 78,69 persen dibanding kondisi normal Januari.

Untuk LRT Jakarta yang pada masa normal Januari melayani penumpang sekitar 3.800 orang per harinya, mengalami penurunan sebesar 47,36 persen bulan Maret menjadi hanya mengangkut sekitar dua ribu orang per hari. 

"Pada bulan April ini sampai dengan tanggal 15 jumlah penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang per hari atau turun 93,05 persen dibanding kondisi normal Januari 2020," jelas Polana. 

Adanya penurunan jumlah penumpang angkutan umum massal tersebut dengan sendirinya juga akan mengurangi jumlah penumpang yang diangkut oleh feeder-feeder di masing-masing wilayah. 

"Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan dishub se-Jabodetabek. Dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun," tandas Polana. 

Komentar