Pesan Anies, Jadikan PSBB Moment untuk Dekat dengan Keluarga
ASKARA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yakin penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota merupakan keputusan yang terbaik. Menurutnya, Indonesia khususnya Jakarta selalu bisa melewati segala tantangan.
"Ini adalah tantangan bagi kita, masyarakat Jakarta. Kita menghadapi tantangan bukan pertama kali. Kita berkali-kali menghadapi tantangan. Bangsa kita diuji berkali-kali. Dan setiap kita menghadapi ujian, Alhamdulillah bangsa kita selalu bisa lolos," ujarnya, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis malam (9/4).
Anies menggambarkan kondisi saat ini seperti sebuah keris yang semakin kokoh saat ditempa berkali-kali.
"Kita ingat, tidak ada keris yang ditempa sekali. Keris itu ditempa berkali-kali. Tapi dia menjadi makin kokoh, dia menjadi makin kuat. Seperti juga bangsa kita," kata dia.
Selama PSBB berlangsung secara ketat, lanjut Anies, juga menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama dengan keluarga dan membuat hubungan semakin erat.
"Belum pernah terjadi sebelumnya di kota ini bahwa kita semua selama dua minggu bersama keluarga. Jadikan kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga. Buat aktivitas bersama keluarga, bersama lingkungan rumah. Jadikan ini bukan sebagai sebuah penderitaan. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk mengeratkan di antara kita," ungkapnya.
Anies mengajak agar masyarakat bisa menunjukkan bahwa Jakarta yang pertama kali menerapkan PSBB bisa melewati tantangan melawan virus corona dan menjadi contoh bagi provinsi lain.
"Sementara masalah Covid-19 ini sudah dialami di 33 provinsi. Kita harus tunjukkan di Jakarta bahwa kita bisa disiplin, kita bisa pegang komitmen, kita bisa melindungi diri kita, keluarga kita, tetangga kita, kolega kita dari wabah Covid-19 ini," ajaknya.
Namun demikian, Anies berharap provinsi lain tingkatan kasusnya tidak seperti DKI Jakarta.
"Mudah-mudahan daerah lain tidak harus mengalami seperti kita. Tapi, kita bisa mengirimkan pesan kepada seluruh wilayah Indonesia, seluruh bangsa, dan Insya Allah ke dunia bahwa di tempat ini, di kota ini, ketika kita harus melakukan pengurangan kegiatan di luar, kita bisa laksanakan dengan disiplin," imbuhnya.
Penerapan PSBB ini, tambah Anies, juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa lembek, termasuk warga Jakarta adalah masyarakat yang tangguh.
"Yang datang ke sini, yang berada di Jakarta adalah orang-orang yang tangguh, yang berani menghadapi tantangan. Kalau tidak berani menghadapi tantangan, tidak datang untuk mengadu nasib di kota ini. Karena itu, saya percaya keuletan kita, ketangguhan kita, kekuatan kita akan bisa melewati masa tantangan yang ada di depan kita ini," tuturnya.
Terakhir, Anies berharap penerapan PSBB selama 14 hari tidak harus diperpanjang sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas.
"Dan saat itu kita sudah lebih dekat dengan keluarga, lebih dekat dengan tetangga, lalu kita bisa kembali beraktivitas, kembali ke pasar, kembali ke sekolah, kembali bekerja, kembali menorehkan prestasi," ujarnya.
Jika semua masyarakat sanggup melewati PSBB dengan baik, kata Anies, maka Jakarta bisa menjadi kota yang lebih hebat lagi.
"Kota yang memberikan kepada masyarakatnya kebahagiaan, kotanya yang maju. Karena tantangan Covid-19 bukan hanya di Jakarta, di seluruh dunia, masing-masing menengok kota satu dengan kota lainnya. Mari kita sama-sama tunjukkan," tandasnya.

Komentar