Rabu, 17 Juni 2026 | 22:40
OPINI

Masih Cinta InDONEsia

Masih Cinta InDONEsia
Ilustrasi (Istimewa)

Cerita tentang Indonesia adalah kami. Berbincang tentang Indonesia adalah saya. Bicara mengenai Indonesia adalah kita.

Gosip dengan topik negeri Indonesia adalah mereka. Indonesia adalah semua. Iya, semuanya. Tanpa titik koma juga dan kecuali. Intinya adalah semua tentang Indonesia. Sebuah negeri, milik kita.

Di sini, semuanya dimulai. Cerita tentang kehidupan kita di negeri ini. Tangis pertama manakala menyapa dunia. Lalu pecah tawa saat kanak-kanak berceloteh bersama sesama kolega ketika purnama. Merangkai syair lagu menapak kisah remaja, putih biru, putih abu-abu. Menyambung idealisme dan cita-cita serta asa bersama teman dengan jas almamater warna warni. Lalu menjadi kisah nyata di kehidupan sesungguhnya.

Negeri indah ini adalah hadiah-Nya. Anugerah Yang Maha Kuasa di bumi khatulistiwa ini sangat sempurna. Karunia lukisan alam yang luar biasa, disempurnakan dengan masyarakat yang beraneka warna. Lengkap dengan karakter sosial budaya. Nyaris tak ada negeri seindah dan seeksotik Indonesia di belahan dunia sana. Jadi, benar rasanya tak cukup kata buat melukiskan keindahan yang menghampar sempurna dari ujung barat ke timur. 

Buku Antologi Puisi Masih Cinta Indonesia adalah mozaik harapan tentang Indonesia. Ini ungkapan mereka yang di relung hatinya masih mencintai negeri ini. Nyaris tanpa sebab berikut sekat. Mereka masih percaya bahwa negeri akan terus ada sampai kapanpun. Sampai ujung waktu dan saat dunia memang harus berakhir. Dan mereka menyenandungkan harapan mereka dengan cara mereka sendiri dalam buku ini. 

Puisi-puisi dalam buku Masih Cinta Indonesia adalah bagian dari rangkaian doa mereka tentang masa depan Indonesia. Doa yang dimunajatkan manakala merangkai huruf demi huruf, kata demi kata saat hingga menjelma dalam larik setiap sajak ini. Ada harapan yang membuncah dalam makna setiap kata. Ada jiwa merekah dalam keseluruhan untaian bait setiap sajak. Ada semangat yang ingin tersampaikan pada dunia di sana bahwa cinta satu untuk Indonesia. 

Masih Cinta Indonesia adalah senandung sederhana anak bangsa. Mereka datang dari berbagai tempat. Mereka memang berbeda latar belakang, berbeda masa dan waktu. Akan tetapi mereka memiliki niat dan semangat yang sama. Bersama  merasakan cinta atas Indonesia.

Mereka bercerita tentang harapan mereka dengan cara mereka sendiri. Bercerita saja. Bercerita sembari berbagi. Tanpa ada tujuan menggurui atau mengajari. Mereka berkisah tentang cara mereka meniti semangat dan menorehkan warna cerah kehidupan yang tengah dijalani. Mereka hanya ingin membagi semangat yang bisa jadi juga tengah menyemangati dirinya sendiri. Sesederhana itu.

Buku Antologti Puisi ‘Masih Cinta Indonesia’ yang merupakan salah satu giat literasi dari MissJune Cultural Center-Blitar adalah bukti mengenai semuanya. Sebuah pelajaran tentang keniscayaan keberagaman. Bahwa negeri ini tak pernah kering sosok teladan. Mereka akan selalu ada diantara putaran waktu. Mereka ada dan kokoh berdiri di segala cuaca dan peristiwa. Mereka tegak dan tangguh di tengah pusaran zaman. Merekalah negarawan sesungguhnya.

Ya.. buku ini adalah salah satu ungkapan syukur mereka tentang bangsa ini. Asa masih ada di antara indahnya negeri ini. Mari berkelana di antara untaian huruf dan rangkaian kata puja puji syukur atas karunia bernama Indonesia.

Selamat membaca…

 

Juni Levesque

Komentar