Jangan Salah Kaprah Berjemur di Pagi Hari
ASKARA - Imunitas tubuh menentukan diri untuk tercegah dari virus corona (covid-19).
Semua orang tengah menjaga diri dari virus tersebut, salah satunya dengan memperbanyak asupan vitamin D dalam tubuh.
Namun sayangnya tidak semua orang memahami secara baik bagaimana cara mendapatkan imunitas tubuh dari vitamin D, sebab tidak semua usia bisa memenuhi tubuh dengan vitamin dengan suplemen maupun berjemur.
dr. Henry Suhendra, Sp.OT, seorang dokter ortopedi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk menjelaskan terkait hal ini melalui video yang diterima Askara, Kamis (2/4). Untuk diketahui, Dokter Henry juga merupakan kepala bagian bedah di rumah sakit tersebut dan telah berpraktik selama 28 tahun.
"Alasan kenapa saya membuat video ini adalah karena hanyaknya informasi yang kurang tepat dan agak simpang siur tentang vitamin D," ungkapnya.
Menurut Dokter Henry, masyarakat perlu memastikan bahwa tubuhnya mendapatkan cukup vitamin D setiap hari agar kadar vitamin D tercapak dalam darah secara optimal guna meningkatkan daya tahan tubuh. Sumber timbulnya vitamin D sendiri dari makanan, sinar Matahari dan suplemen.
Vitamin D yang didapat dari makanan tidak bisa diharapkan mendapat kadar dalam jumlah besar.
"Kita tidak bisa mengharapkan dari makanan untuk mencapai kadar optimal dalam darah. Jadi sebenarnya pilihan kita tinggal dua, sinar Matahari atau dari suplemen," ujar Dokter Henry.
Sementara itu jika vitamin D yang bersumber dari Matahari, ada 11 faktor yang mempengaruhi tubuh dalam mendapatkannya. Bagi dua hal faktor tersebut yakni lingkungan dan tubuh itu sendiri.
Tentang lingkungan, enam faktor di antaranya adalah latitude yaitu lintang utara atau lintang selatan penentu lokasi tempat kita berada. Kedua, altitude yakni ketinggian dari permukaan laut.
Ketiga adalah season atau musim yang tentunya berpengaruh di negara-negara empat musim. Keempat waktu atau jam pada hari tersebut. Kelima air polution (polusi udara), dan yang terakhir adalah ketebalan awan yang juga turut mempengaruhi.
Dan sisanya dari tubuh itu sendiri yang mencakup lima faktor yakni skin type (jenis kulit), pemakaian sun blok, berat badan, usia, pakaian, dan kultur suatu daerah.
Dari 11 faktor tersebut, terdapat salah satu faktor yang selama ini disalahdiartikan dan diterapkan oleh masyarakat. Bahkan saat ini sedang kontroversial yaitu tentang usia yang berkaitan dengan aktifitas berjemur.
Untuk usia muda hingga dewasa cukup berjemur selama 15-20 menit di bawah sinar Matahari, Dokter Henry menekankan yang benar dalam berjemur adalah pada tengah hari atau siang hari dengan mendapatkan 20.000 International Unit (IU/satuan pengukuran untuk jumlah zat berdasarkan aktivitas biologis).
Namun untuk usia tua tentu tubuhnya tidak bisa mendapatkan kadar lebih banyak lagi seperti pada usia muda.
"Tidak semua orang akan mendapatkan sedemikian banyak dan hal ini dipengaruhi terutama oleh umur bagaimana karena semakin tua seseorang maka kemampuan untuk membentuk vitamin D melalui bantuan sinar Matahari akan sangat menurun," jelasnya.
Orang yang berusia 60 tahun kemampuannya membentuk vitamin D hanya tersisa 25 persen dari total kemampuan yang masih muda. Dengan ini juga tidak bisa dipandang bahwa yang berusia tua harus berjemur selama mungkin untuk mendapatkan kadar vitamin D yang banyak.
Dalam waktu yang efisien dan singkat dengan mendapatkan kadar vitamin D yang banyak menjadi harapan semua usia. Namun pilihan waktu untuk berjemur pada siang hari sangat dianjurkan, sebab pada saat itu Ultra Violet B lebih banyak memproduk vitamin D.
"Jadi kenapa kita mengambil siang hari dan waktu singkat karena yang kita cari adalah Ultra Violet B ini yang akan menghasilkan vitamin D dalam proses di kulit kita. Sebenarnya kalaupun siang hari bukan hanya UV B yang ada, UV B banyak di siang hari, jam-jam tengah hari," jelasnya.
Di samping itu, sepanjang hari Matahari juga memancarkan UV A, sebaiknya hindari tubuh dari pancaran UV A, yang lebih banyak terpancar pada pagi hari. Maka dari itu, Dokter Henry menekankan agar jangan berjemur pada pagi hari.
"Menghindar dari UV A sebisa mungkin karena UV inilah yang menyebabkan skin discoloration, warna kulit menyebabkan kerutan keriput dan akhirnya juga bisa menyebabkan kanker kulit. Itu sebabnya kita menghindar dari berjemur pada pagi hari karena pada pagi hari, jam-jam pagi hari itu lebih banyak UV A-nya," bebernya.
Lalu di usia berapa harus berhati-hari dalam dalam aktifitas berjemur. Dokter Henry mengatakan dampak dari perubahan usia terhadap organ-organ tubuh adalah di usia 35-40 tahun.
"Setelah umur 40 tahun maka kemampuan kulit Anda membuat vitamin D dengan bantuan sinar Matahari adalah sangat menurun. Makin tua makin menurun," ujarnya.
Bagi yang sudah berumur, lebih baik memenuhi vitamin D untuk tubuh dengan mengonsumsi suplemen.
"Kalau Anda sudah berumur lebih baik Anda jangan berjemur, karena manfaatnya tidak banyak lagi bahkan mudharatnya lebih banyak," tutup Dokter Henry.

Komentar