Kamis, 18 Juni 2026 | 04:21
NEWS

Maknai Perjuangan Tenaga Medis, MURI Bantu Baju APD

Maknai Perjuangan Tenaga Medis, MURI Bantu Baju APD
Tangkapan layar dalam video pembuatan baju APD yang diinisiasi oleh MURI. (Askara)

ASKARA - Wabah virus corona (Covid-19) membuat tenaga medis sebagai garda depan berjuang untuk melawannya. Segala amunisi dikerahkan termasuk alat pelindung diri (APD) menjadi salah satu kebutuhan penting mereka. 

Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tidak ingin berdiam diri melihat tenaga medis yang masih kekurangan APD.

Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono mengatakan, pihaknya saat ini berkolaborasi dengan perancang busana dan aktivis kemanusiaan Maria de Bruyn untuk membuat baju APD. Pembuatannya bahkan melibatkan sejumlah dokter senior untuk memastikan bahan dan desain yang tepat digunakan serta sesuai standar medis.

Dia menjelaskan, pembuatan baju APD juga melibatkan sejumlah usaha konveksi yang memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Sehingga selain membantu tenaga medis juga membantu perekonomian para pekerja konveksi.

"Kita menggalang ibu-ibu konveksi rumah tangga agar mereka tetep dapat penghasilan," kata Aylawati saat berbincang dengan Askara, Rabu (1/3).

Pembuatan baju APD menggunakan bahan kain spunbond 50 gram kedap air dengan risleting pengaman yang memiliki karet di bagian pinggang belakang. Baju dibuat fleksibel, aman dipakai serta ramah lingkungan.

Rencananya baju APD dibuat sebanyak-banyaknya dan akan segera dibagikan kepada semua rumah sakit di Indonesia yang membutuhkan. 

Dalam maknanya, bantuan tersebut sebagai tanda bahwa berharganya nyawa seseorang.

"Semakin banyak jiwa yang bisa diselamatkan, baik paramedis maupun pasien. Karena satu jiwa sangat tak ternilai berharganya," jelas Aylawati.

Komentar