2 Pasien di RS Darurat Wisma Atlet Meninggal Dunia, Seorang Baru Dirawat
ASKARA - Sebanyak 387 pasien menjalani perawatan di RS Darurat Corona (Covid-19), Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, per Minggu (29/3) pukul 08.00 WIB.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan, dari jumlah tersebut, 77 di antaranya pasien positif virus corona.
Sementara, data pada sore hari, pasien bertambah dua. Jumlah positif corona di RS itu juga bertambah dua.
"Sampai dengan pukul 08.00 WIB pagi tadi, jumlah pasien yang dirawat di RS Darurat sebanyak 387 orang dengan 239 pria dan 148 wanita. Sebanyak 77 orang di antaranya berstatus positif Covid-19," kata Yudo.
RS Darurat juga merawat 223 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan terkait corona. Sisanya, RS Darurat menerima 87 pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan atau ODP.
"Per data Minggu (pagi) ini, catatan kami PDP 223 orang dan ODP 87 orang," terang dia.
Wakil Kopasgabpad RS Darurat Brigjen TNI M Saleh menuturkan, ada penambahan pasien dan terdapat 389 orang rawat inap di rumah sakit tersebut.
"Total rawat inap 389 orang, pria sebanyak 242 orang, wanita 147 orang," kata Saleh.
Dari jumlah tersebut sebanyak 79 orang kini berstatus positif Covid-19, 86 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), sedangkan 224 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).
Namun, beberapa saat lalu, dua pasien di RS Darurat Wisma Atlet meninggal dunia. Dalam keterangan itu kedua pasien meninggal dunia yang dimaksud adalah Nyonya S (72 tahun) dan Bapak H (47 tahun).
Nyonya S merupakan pasien berusia 72 tahun yang telah masuk RS Darurat sejak Kamis (26/3) malam, sedangkan Bapak H baru empat jam masuk RS Darurat.
RS Darurat Wisma Atlet tidak memberi penjelasan lebih detail mengenai penyebab meninggalnya Nyonya S, sedangkan Bapak H meninggal dunia karena serangan jantung meski tim medis telah melakukan upaya resitasi jantung paru.
Jenazah kedua pasien telah dibawa ke luar RS Darurat untuk dimakamkan. Pemakaman keduanya dilakukan sesuai protokol positif Covid-19. (jpnn/lov)

Komentar