Jumat, 19 Juni 2026 | 12:29
COMMUNITY

Perjalanan Panjang Ibnu Batutah

Perjalanan Panjang Ibnu Batutah
Ilustrasi. (Kisahmuslim)

ASKARA - Siapakah Ibnu Batutah? Tentu tak banyak yang tahu. Dia adalah Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Lawati ath-Thanji yang dikenal dengan Ibnu Batutah. 

Ibnu Batutah lahir di Kota Tangier (Thanja), Maroko tahun 703 H/1304 M. namun, ia dikenal sebagai salah seorang tokoh peradaban Granada, Andalusia. Walaupun hanya sebentar di sana. Nasabnya disandarkan pada kabilah Lawatah, salah satu kabilah Berber/Amazigh. Kabilah ini tersebar di sepanjang Pantai Utara Afrika.

Ibnu Batutah adalah seorang traveler muslim yang paling terkenal. Bahkan dialah tokoh utama dalam dunia traveling pada abad ke-8 Hijriyah atau abad ke-14 Masehi. Tidak tanggung-tanggung, ia habiskan 28 tahun dari usianya untuk mengelilingi wilayah-wilayah yang terkenal di zamannya. Perjalanan panjang itu ia mulai dari kota asalnya Tangier. Lalu ia susuri Pantai Utara Afrika sampai tiba di Mesir. Dari Mesir ia jelajahi Jazirah Arab kemudian Syam kemudian wilayah-wilayah di Persia lalu Bahrain, Oman, dan Afrika Timur.

Perjalanan terus ia lanjutkan hingga menuju Asia kecil (Turki sekarang), Semenanjung Krimea (Ukraina sekarang), dan Sungai Volga Selatan (bagian selatan Rusia sekarang). Setelah itu ia menuju Konstantinopel (Istambul) lalu menuju timur seperti Khawarizm, Bukhara, Kurdistan, Afganistan, dan India. Di India ia tinggal selama delapan tahun kemudian ia menuju Kepulauan Maladewa (Maldives) dan sebagian kepulauan di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia lalu Cina. Perjalanan panjang ini ia mulai pada tahun 1325 M dan kembali ke Tangier tahun 1347 M. Selama pernjalanan itu Ibnu Batutah bertemu dengan banyak raja dan penguasa. Relasi yang ia bangun dengan penguasa-penguasa tersebut sangat membantunya menyelesaikan rihlanya ini.

Setelah menuntaskan safar panjang itu, ia hanya melakukan dua kali perjalanan singkat. Pertama ke Andalusia pada tahun 1350 M. Kedua ke Sudan dan Afrika bagian tengah pada tahun 1352 M. Setelah itu ia menetap di Kota Fes di Maroko tahun 1354 M. Di kota itulah ia menuangkan kisah perjalanannya dalam buku yang ia namai Tuhfah an-Nazhar wa Ghara-ib al-Amshar wa 'Aja-ib al-Asfar atau yang lebih dikenal dengan Rihlah Ibnu Bathuthah. Kalau dikalkulasi total jarak perjalanan yang ditempuh Ibnu Batutah selama safarnya kurang lebih 120.000 kilometer.

Rihlah Ibnu Batutah adalah rihlah yang paling luar biasa dibanding semua pendahulunya. Banyak pelajaran kebudayaan, sejarah, politik dan lain-lain yang ia catat dalam perjalanannya. Ia tidak hanya menceritakan hal besar namun hal-hal kecil yang detil pun ia catat. Ibnu Batutah adalah salah seorang dari tujuh orang traveler muslim yang tersohor al-Maqdisi, al-Idrisi, Ibnu Jubair, as-Sam'ani, Yaqut, dan al-Biruni. Namun Ibnu Batutah yang paling unggul dari mereka semua karena ia memiliki perhatian yang besar tentang kejadian-kejadian di wilayah kunjungannya. Dan bagaimana tentang kondisi sosial kemasyarakatannya. Buku rihlahnya diibaratkan Kamus Cambridge.

Ibnu Batutah wafat di Marakesh, Maroko pada tahun 779 H/1377 M. (kisahmuslim/why)

Komentar