Jumat, 19 Juni 2026 | 13:49
NEWS

Bedanya Perlu Diperiksa dengan Harus Diisolasi

Bedanya Perlu Diperiksa dengan Harus Diisolasi
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Corona Achmad Yurianto. (Dok. Setkab)

ASKARA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Corona Achmad Yurianto memastikan bahwa orang yang harus menjalani tes di rumah sakit dengan yang menerapkan isolasi diri berbeda. 

Hal ini juga berlaku dalam mengikuti tes massal yang akan diterapkan pemerintah dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan, seharusnya yang segera ke rumah sakit adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif corona dan memiliki gejala seperti demam di atas 38 derajat kemudian batuk. Adapun juga gejala kuat lainnya adalah pilek serta gangguan pernafasan.

"Maka kita akan meminta orang yang bersangkutan untuk menuju fasilitas kesehatan dan bertemu dengan dokter untuk konsultasi," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (20/3).

Orang tersebut juga diminta untuk menceritakan kemungkinan yang terjadi setelah melakukan kontak dengan orang yang telah diyakini positif corona. 

"Sudah tentu dokter nanti akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Termasuk di antaranya adalah pemeriksaan usapan dinding belakang hidung dan dinding belakang rongga mulut," kata Yurianto. 

Pemeriksaan untuk memastikan apakah bagian-bagian tersebut mengandung virus corona atau tidak. 

Adapun bagi seseorang yang telah mengunjungi negara terjangkit corona dan merasakan ada keluhan dengan gejala-gejala yang mengarah maka disegerakan untuk menuju fasilitas kesehatan guna berkonsultasi dengan dokter. 

Dalam konteks ini, ada saja kemungkinan bahwa seseorang tidak mengenal orang yang kontak dengannya. Oleh karena itu, dalam kaitan untuk mengurangi kemungkinan munculnya virus corona di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan lebih luas maka pemerintah merencanakan untuk melaksanakan pemeriksaan massal.

"Pemeriksaan adalah untuk orang yang memiliki peluang untuk kontak dengan kasus positif. Data perhitungan yang kita miliki, population address jumlah kelompok orang yang berisiko adalah kisaran angka 600-700 ribu," papar Yurianto.

Saat ini pemerintah telah menyiapkan satu juta kit untuk pemeriksaan secara secara massal. 

"Sudah barang tentu ini akan dilakukan melalui analisa risiko, jadi tidak semua orang harus diperiksa. Manakala risikonya kita yakini rendah ya tidak (diperiksa)," ujar Yurianto. 

Pemeriksaan massal juga meliputi bagi seseorang yang positif corona dan melakukan kontak dengan siapapun di rumah, maka seluruh orang dalam rumah tersebut harus diperiksa. Hal ini juga berlaku untuk di kantor atau di ruang kerja. 

"Ini adalah langkah-langkah penjajakan awal yang berkaitan dengan pemeriksaan secara massal. Ini yang kita harapkan untuk bisa kita laksanakan," tutup Yurianto.

Komentar