Gempa Sukabumi Rusak Puluhan Rumah di Pamijahan
ASKARA - Gempa bermagnitudo 5,0 yang mengguncang wilayah Sukabumi kemarin, juga dirasakan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 20 rumah rusak di Kecamatan Pamijahan, dengan rincian rumah rusak berat (RB) 7 unit, rusak sedang (RS) 9 dan rusak ringan (RR) 4.
"Kerusakan rumah tersebut tersebar di Desa Gunungbunder 1 dengan rumah RR 1 unit, Cibunian rumah RS 9 dan RR 1, Purwabakti rumah RB 7 unit, Cibitung Kulon rumah RR 1 unit dan Pasarean rumah RR 1," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, Rabu (11/3).
Berdasarkan laporan, gempa terasa di sejumlah wilayah meliputi Kota Bogor sekitar 4-6 detik, terasa sedang hingga kuat di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik.
Terasa lemah di Kabupaten Lebak, Banten dan terasa lemah di Jakarta sekitar 5-8 detik dan terasa sedang di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
"Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor telah berada di Kecamatan Pamijahan untuk kaji cepat. Dalam melakukan kaji cepat," ucap Agus.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, hasil analisis menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh aktivitas slip atau pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba.
"Dari bentuk gelombang gempanya (waveform) tampak jelas adanya gelombang gesernya (shear) cukup nyata dan kuat," ungkap Rahmat.
Selisih waktu tiba catatan gelombang P (pressure) dan S (shear) hanya 6 detik, yang menunjukkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa lokal atau local earthquake.
"Gempa semacam ini biasa dikenal sebagai gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif," terang Rahmat.

Komentar