Kamis, 11 Juni 2026 | 00:24
NEWS

Jakarta Harusnya Contoh Surabaya Gratiskan Masker

Jakarta Harusnya Contoh Surabaya Gratiskan Masker
Ilustrasi pedagang masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur (Jawa Pos)

ASKARA - Harga masker penutup hidung di Ibu Kota Jakarta Rp 300 ribu per kotak menuai kritik berbagai pihak. 

PD Pasar Jaya meralatnya karena dianggap sebuah keteledoran. Kini harganya turun menjadi Rp 125 ribu per kotak.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah melihat bahwa hal itu adalah persoalan penawaran dan permintaan yang cukup tinggi. Akibat dampak virus corona yang telah masuk ke Indonesia. 

Hanya saja, kebijakan tersebut masih memberatkan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Seharusnya Pemprov DKI Jakarta bisa mengikuti langkah Pemkot Surabaya yang membagikan masker secara gratis kepada warganya. 

Kepanikan akan virus corona tidak hanya dirasakan masyarakat menengah ke atas. Hal yang sama juga dirasakan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun rumah susun. 

"Harusnya digratiskan. Harus mencontoh Surabaya karena ini kan tanggung jawab pemerintah. Jadi Pemprov DKI harus punya akuntabilitas publik, apalagi dengan APBD yang dimilikinya sangat cukup," jelas Trubus saat dihubungi Askara, Kamis (5/3).

Pemerintah harus memberi perlindungan kebijakan publik kepada mereka yang tidak mampu atau disebut Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Indikatornya bisa melalui KJP atau data BPJS kelas III. 

"Indikatornya dari mereka yang memiliki KJP dan datanya ada BPJS. Patokannya BPJS kelas tiga, tinggal digabung-gabungkan saja. Tidak sulit juga, tinggal political will saja," tutur Trubus. 

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menyampaikan alasan pihaknya menjual masker hingga Rp 300 ribu per kotak. Menurutnya, rencana penjualan sebanyak 1.450 kotak masker dengan harga Rp 300 ribu per kotak memang bentuk keteledoran. 

"Sebenarnya keterangannya memang belum lengkap, balik lagi itu salah saya. Kita beli itu harganya sudah segitu, bukan kita jualnya (dinaikkan) harga segitu," ucap Arief dalam konferensi pers di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Harga masker dari PD Pasar Jaya terbilang mahal karena pasokan yang sulit didapat. Bahkan, Arief mengklaim harga masker dari distributor pun sudah mahal.

"Jadi kami waktu membeli barang memang kita nyarinya agak susah dan market harganya seperti itu kita ketemu tapi wujudnya juga enggak kelihatan. Jadi kita samperin ke beberapa lokasi itu lokasinya ternyata enggak ada," paparnya.

Sesuai instruksi Gubernur Anies Baswedan, PD Pasar Jaya akhirnya menyediakan satu juta stok masker yang bisa dibeli warga di Pasar Pramuka dan gerai milik PD Pasar Jaya seharga Rp 125 ribu per kotak.

Komentar