Kamis, 18 Juni 2026 | 01:42
NEWS

Pasien Corona Bisa Akses Ponsel untuk Berkomunikasi

Pasien Corona Bisa Akses Ponsel untuk Berkomunikasi
Dirut RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Dua pasien positif virus corona (Covid-19) yang dirawat di RSPI Prof. DR. Sulianti Saroso dijaga ketat. Bahkan sekalipun keluarga dilarang untuk menjenguk langsung di ruang isolasi. 

"Jadi itu area yang sangat zona merah. Itu kami pun yang kalau masuk harus pakai alat," kata Dirut RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/2). 

Namun, dua pasien yang merupakan ibu dan anak tersebut bisa melakukan komunikasi. Pihak rumah sakit memberikan fasilitas untuk bisa berkomunikasi melalui akses telepon genggam.

"Di sana dia bisa ber-whatsapp (WA), telepon, video call," ujar Syahril.

Perawatan secara intensif dan ketat tidak hanya untuk kebaikan pasien melainkan juga para perawat dan dokter. Di mana, mereka merawat pasien dengan cukup hati-hati. Terlebih berperan untuk mengendalikan agar virus yang bersumber dari pasien tidak tersebar.

"Yang pertama dia harus melakukan safety untuk dia sendiri. Safety seperti apa, cuci tangan, lingkungan baik, makan baik. Bahkan kita kasih vitamin untuk seluruh karyawan dan ada yang awasi," jelas Syahril.

Termasuk juga dengan menerapkan strategi Infection Prevention Control Nurse (IPCN). 

"Jadi perawat yang bertugas mengawasi pencegahan dan pengendalian infeksi. Jadi benar tidak dia pakai maskernya, benar tidak dia pakai alatnya. Mulai dari pakai sampai melepas dan menaruh barang di tempat," papar Syahril.

Sebelumnya, Syahril juga mengatakan bahwa ruang isolasi juga dilengkapi dengan alat negative pressure atau tekanan negatif yang berfungsi untuk meminimalisir penyebaran virus langsung dari bagian sumber. Di mana para perawat maupun dokter mengenakan seragam atau komponen anti virus lainnya secara ketat. 

Adapun air handling unit yang keberadaannya adlaah untuk mengatur sirkulasi udara yang fungsinya sama yakni agar virus dari pasien tidak menyebar.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut RSPI Sulianto Saroso merupakan salah satu rujukan yang telah terakreditasi WHO. Yang terjamin dengan peralatan canggih, khususnya pelayanan isolasi.

Komentar