Kamis, 11 Juni 2026 | 08:43
NEWS

Panic Buying, Anies Klaim Berbagai Kebutuhan di Jakarta Cukup

Panic Buying, Anies Klaim Berbagai Kebutuhan di Jakarta Cukup
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merespons pemumuman Presiden Jokowi terkait dua orang yang terjangkit virus corona (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan stok kebutuhan pangan di Jakarta cukup. Hal itu berdasarkan hasil komunikasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). 

Hal itu merespons pengumuman Presiden Joko Widodo perihal dua orang warga Indonesia yang terjangkit virus corona. Setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang saat berkungkung ke Indonesia. 

"Komunikasi itu disampaikan, bahwa stok kebutuhan di Jakarta cukup," ujar Anies, dalam konferensi pers penanganan dan penularan virus corona di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3).

Namun, Anies tidak menjelaskan secara gamblang kecukupan kebutuhan ini bertahan berapa lama. 

"Aprindo tidak memberikan perincian, tadi dalam diskusi Aprindo tidak lakukan pembatasan karena kalau lakukan pembatasan dianggap stok terbatas padahal ada," jelasnya. 

Untuk itu, masyarakat tidak perlu berbelanja secara berlebihan atau panic buying karena dapat mengganggu stabilitas meski stok yang disampaikan cukup.

"Kemudian siang ini sudah terjadi panic buying. Karena itu tidak perlu belanja secara eksesif, belanja eksesif itu kan bila khawatir setidaknya berkurang, stoknya cukup. Memang yang diburu hanya beberapa barang," kata Anies. 

Anies mengimbau seluruh warga Jakarta menjaga kebersihan tangan dengan air dan sabun. Meski sebagian besar masyarakat beramai-ramai berbelanja hand sanitizer. 

"Sesunguhnya pembersihan yang paling baik justru menggunakan air dan sabun. Karena itu cuci tangan dengan air dan sabun," terang Anies. 

Komentar