Sabtu, 20 Juni 2026 | 02:48
NEWS

Menkes Bantah 70 Orang Terindikasi Corona di RS Mitra Keluarga Depok

Menkes Bantah 70 Orang Terindikasi Corona di RS Mitra Keluarga Depok
Menkes Terawan Agus Putranto bersama jajaran direksi RSPI Sulianti Saroso memberikan keterangan usai memantau dua pasien terinfeksi corona. (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Dua pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang kini dirawat RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso sebelumnya menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga, Depok. 

Diduga, tindakan medis terhadap dua pasien telah menyebabkan sekitar 70 orang termasuk petugas medis turut tertular virus berbahaya tersebut.

"Penegasan, yang positif dua corona yang terindikasi di atas 50 orang. Yang di atas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," kata Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad.
 
Menyikapi hal itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan bantahan. Bahkan, menurutnya, kediaman pasien yang terinfeksi ditinggali empat orang, dua diantaranya negatif corona.

"Di rumahnya kalau tidak salah ada empat orang tapi tidak menunjukkan gejala. Tapi kita minta untuk ke sini sudah di-tracking ke sini, kita cek kondisinya. Kalau kondisinya tidak apa-apa ya tidak kita tahan. Kalau yang rumah sakit saya kira tidak ada 70 orang ini," jelas Terawan usai memantau dua pasien corona di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Senin (2/3).

Dengan itu, Terawan memastikan kabar tersebut tidaklah benar. Menurutnya, yang menjaga dua pasien itu saat di RS Mitra Keluarga Depok hanya dua tiga orang saja. 

"Jadi, artinya berita itu pasti tidak benar, paling dokter satu dua orang, perawat paling dua tiga orang. Dan itu kalau dia memang orang dalam pengawasan (ODP) atau pasien dalam pengamatan pasti dia akan menggunakan perlengkapan untuk menghindari adanya infection," paparnya. 

Namun, di sisi lain, saat ini pihaknya tengah menjalankan surveillance tracking guna menelusuri siapa saja yang pernah menjalin kontak dengan dua pasien tersebut. Baik orang-orang yang berada di RS Mitra Keluarga Depok maupun di lokasi klub dansa yang di Bilangan Menteng, Jakarta yakni Paloma dan Amigos.

"Namun karena ini tracking tetap akan diminta informasi kondisi saat ini gimana para dokter dan perawat itu. Ini sedang berlangsung oleh dinas kesehatan," kata Terawan.

Terawan sendiri melakukan kunjungan untuk memantau dua pasien yang terpapar positif virus corona yakni seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya 31 tahun. Diketahui, sang anak merupakan guru dansa yang tertular dari seorang WNA asal Jepang yang berdomisili di Malaysia dalam sebuah acara di sebuah klub di Menteng. Warga Jepang tersebut juga positif corona dan saat ini tengah dirawat intensif.

Komentar