Senin, 15 Juni 2026 | 23:46
NEWS

Tidak Ada Upaya Pemerintah Tutupi Fakta Corona

Tidak Ada Upaya Pemerintah Tutupi Fakta Corona
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Askara/Aprilia Rahapit)

ASKARA - Hingga kini belum ada satu pun warga di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). 

Namun sejumlah informasi bohong atau hoax terus bertebaran. Bahkan sejumlah netizen menyebut bahwa pemerintah tengah menutupi keberadaan pasien yang terindikasi mengidap corona di Indonesia. 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya turut memantau perkembangan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu. Dan hingga saat ini tidak ada satu pun warga di Indonesia yang mengidapnya.

"Saya belum melihat ada upaya pemerintah untuk menutup-tutupi fakta yang terjadi akibat dampak daripada penyebaran virus ini. Memang warga negara kita sampai sekarang ini, saya belum mendengar ada yang meninggal karena virus, karena virus corona," paparnya di Lekker Djakarta, Kebayoran Baru, Sabtu (29/2).

Bambang meyakinkan bahwa pemerintah tidak sedikit pun melakukan suatu pembohongan publik dengan menutup-tutupi warganya dari wabah virus corona.

"Dalam pandangan saya, saya tidak melihat adanya upaya karena sampai saat ini belum ada data dan fakta," katanya.

Dia juga berani menjamin, terlebih sudah mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada Kamis lalu (13/2) menemui jajaran direksi untuk memantau sekaligus mengajak para dokter lebih agresif dalam pencegahan virus corona.

"Minggu lalu ke RSCM saya ingin dengar dari kepala rumah sakit. Semua, apa sih corona, bagaimana penyebarannya, gejalanya, bagaimana risiko tertingginya," jelas Bambang. 

Dari pertemuan itu, diketahui bahwa corona tidak seburuk penyebaran virus flu babi, SARS, MERS, dan flu burung. Bahkan tingkat kematian akibat corona hanya sekitar dua persen 

"Itu pun karena kondisi yang terkena itu memang kondisi kesehatannya rendah, drop. Misalnya usianya tua, komplikasi penyakit dan lain-lain. Corona ini sifatnya flu, tidak ada obat penyembuhnya, ini daya tahan tubuh saja," ujar Bambang.

"Makanya penanganan itu kan sama semuanya, kayak istirahat, minum vitamin, suntikan virus, dia kan menyerang paru-paru. Dan gejalanya bisa terlihat, punya waktu," tandasnya.

Komentar