Kamis, 18 Juni 2026 | 23:41
NEWS

Kata Ahli Mengapa Masyarakat Indonesia Santai Sikapi Corona

Kata Ahli Mengapa Masyarakat Indonesia Santai Sikapi Corona
Ilustrasi virus corona (Istockphoto)

ASKARA - Masyarakat Indonesia bisa dibilang santai dalam menyikapi wabah virus corona (COVID-19) ditengah gentingnya virus ini di 61 negara yang kini telah terdampak. 

Bahkan hingga saat ini di Indonesia belum satu pun yang mengidap virus mematikan itu.

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Hermawan Saputra menilai hal ini persis ketika Indonesia dilanda penyakit H5N1 atau flu burung, pada 2013 lalu. Pada saat penyakit ini menyerang, masyarakat sejumlah Indonesia pun masih sempat berguyon.

"Nah saat itu pun masih ada candaan, ditengah masyarakat kita, ah merasa punya burung aja itu, emang you punya burung, jadi yang punya burung aja yang terinfeksi. Nah artinya sebenarnya mental model masyarakat kita ini cuek," jelasnya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (29/2).

Namun meskipun begitu, pemerintah juga jangan turut cuek seperti masyarakat menyikapi sebuah masalah kesehatan.

"Tetapi jangan sampai masyarakat lebih cuek, ini masalahnya. Masyarakat Indonesia ini terlalu banyak mencoba terlalu banyak masalah kita ini yang akhirnya kita mencoba meringankan beban dengan cuek-cuek," tutur Hermawan.

Dengan ini, yang akan menjadi bencana jika stakeholder atau pemerintah menganggap remeh atau menertawai kehidupan. Menurutnya, panik itu tidak boleh terlalu dirasakan, namun di sisi lain khawatir jangan sampai menghilangkan kewaspadaan.

"Apalagi kalau kita tiba-tiba susah dan ini mungkin kedepan di DPR sudah bisa menelaah bagaimana sebuah kasus (virus) ini muncul di Italia dan di Iran hingga dalam waktu seminggu sudah 400 lebih kejadian, ini luar biasa," jelas Hermawan.

Lanjut Hermawan, Indonesia harus tetap waspada, terlebih untuk melindungi penduduknya yang berjumlah sekitar 206 juta. Dan harus mengantisipasi jika virus ini mulai masuk salah satu pulau.

"Nah ini yang harus diwaspadai pemerintah," imbuhnya.

Komentar