Pakar: Penyebab Banjir Jakarta Adalah Ketidaktahuan, Ketidakpedulian dan Keserakahan
ASKARA - Banjir yang melanda Jakarta menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehingga, tidak terulang kembali di masa mendatang.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai, selama ini penanganan banjir tidak menjadi prioritas utama Pemprov DKI. Bahkan, terkesan tidak ada koordinasi yang baik dalam tubuh Pemprov DKI.
"Saya lihat banjir penanganannya kurang jadi prioritas. Pak Anies kelemahannya kurang bisa menggerakkan anak buahnya. Jadi lemah leadership-nya," ujarnya kepada Askara, Kamis (27/2).
Terlebih, ketika Marco Kusumawijaya mengundurkan diri dari Ketua Bidang Pengelolaan Pesisir Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sejak awal Desember 2019. Hal itu makin membuat Pemprov DKI seperti kebingunan.
"Terlalu mempercayakan anak buahnya tapi tidak ada jalan. Setelah keluarnya pak Marco TGUPP tidak dipetakan apa yang harus dilakukan. Jadi kadang-kadang gubernur jalan sendiri," ucap Trubus.
Selain itu, juga tidak ada langkah dari Pemprov DKI untuk membenahi drainase yang tersumbat. Padahal, hal itu harus dilakukan dan diperbanyak petugas PPSU sehingga air tidak tergenang terlalu lama.
"Jadi drainase, sumur resapan juga tidak jalan. Masyarakat dialihkan persoalan politis misalnya normalisasi tidak jalan jadi publik hanya dikasih perdebatan itu antara Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat," katanya.
Ditambah dengan permukaan muka tanah di Jakarta yang terus mengalami penurunan yakni mencapai 12 sentimeter per tahun. Penyebabnya pembangunan permukiman menggunakan air tanah.
"Sedangkan di Muara Baru dan Muara Karang turun sampai 20 sentimeter per tahun. Jadi Jakarta ini seperti cekungan," tuturnya.
Sementara, Pakar Kebumian Prof Jan Sopaheluwakan ketika berbincang dengan Askara mengatakan, banjir di Jakarta bisa diantisipasi jika Pemprov DKI ingin memantau drainase dan mengerti tentang penanganan risiko bencana.
"Bencana tidak pernah terjadi secara tiba-tiba tapi ada tanda tanda awal. Penyebab banjir ialah ketidaktahuan, ketidakpedulian dan keserakahan. Pada dasarnya kalau selalu hujan ekstrem dan banjir kiriman cuma pemicu (banjir)," kata Jan.

Komentar