Minggu, 07 Juni 2026 | 22:21
NEWS

Sarankan Jokowi Tak ke Kediri, Pramono Anung Masih Percaya Klenik

Sarankan Jokowi Tak ke Kediri, Pramono Anung Masih Percaya Klenik
Presiden Joko Widodo (Istimewa)

ASKARA - Berkembangnya mitos bagi Presiden Indonesia yang melawat ke Kota Kediri, Jawa Timur akan lengser membuat Sekretaris Kabinet, Pramono Anung tidak menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke kota tersebut.

Politisi Partai Gerindra, Muhammad Syafi’i menyatakan, salah satu ciri bangsa Indonesia ialah percaya terhadap klenik. Berarti Pramono Anung termasuk mewakili komunitas tersebut. 

"Dia masih percaya pada klenik. Bahwa banyak yang sudah tidak percaya itu. Tapi salah satu ciri bangsa kita percaya pada klenik," ujar Muhammad Syafi’i, beberapa waktu lalu. 

Namun muncul pula anggapan bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk menakut-nakuti Jokowi terhadap klenik dan ingin menjauhkannya dengan pesantren Lirboyo di Kediri. Mengingat akan digelar Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat. 

Namun, Anggota Komisi III DPR itu tidak sependapat dengan anggapan banyak pihak. Jika mengenai klenik adalah upaya menjauhkan Jokowi dari pesantren. 
"Kalau itu sangat mudah menepisnya. Karena pesantren tidak cuma di Lirboyo.
Kalau ke Lirboyo tapi tidak mampir ke pesantren, stigma itu bisa kita terima. Ini kan pesantrennya ada di mana-mana. Jadi saya kurang sependapat seperti itu," kata dia.

Sementara, mengenai pernyataan Pramono Anung yang percaya terhadap klenik sah-sah saja. Mungkin memang mewakili salah satu ciri bangsa Indonesia. 

"Bangsa kita kan percaya ramalan-ramalan. Makanya kadang-kadang pilihannya tidak rasional sesuai ramalan-ramalan," tuturnya. 

Politisi Demokrat Roy Suryo menyatakan, harusnya Jokowi tegas jadi biar rakyat jelas bahwa Kediri bagian dari NKRI dan berani ke sana. Tidak perlu takut dengan hal-hal yang menyangkut klenik. 

"Kesimpulannya jelas, hormati mitologi di satu sisi, tapi ke depankan rasional di sisi yang lain," imbuh Roy Suryo. 

Komentar