Pemerintah Akan Bangun Rumah Sakit Khusus di Tengah Pulau
ASKARA - Pemerintah menggelar rapat koordinasi terbatas terkait penentuan pulau dan pembangunan rumah sakit untuk mengantisipasi penyakit menular.
Rakortas yang digelar di Kantor Kemenko Polhukam turut dihadiri Badan Nasional Penanggulangan Teror dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Menkes Terawan mengatakan, saat ini tengah menyeleksi 100 pulau untuk dijadikan lokasi observasi sebagai langkah antisipasi wabah virus corona (2019-nCoV). Nantinya di pulau itu akan dibangun rumah sakit resmi untuk penanganan corona.
Terawan menuturkan, penentuan pulau akan dipilih secara detail dan terukur dari segala aspek, mulai dari geologi politik, masalah ekonomi pemeliharaan pertahanan, hingga keamanan. Namun, dia tidak menyebutkan nama-nama pulau yang akan dipilih.
"Ada seratus pulau banyak banget pilihan, ora apal aku (saya tidak hafal)," katanya, Jumat (7/2).
Penentuan pulau juga bukan tanda bahwa wabah virus corona akan terus berlangsung. Terawan memastikan, virus bisa berkurang seiring dengan perubahan iklim.
"Tidak akan panjang, nanti perubahan iklim juga berubah," bebernya.
Selain penentuan pulau, menurut Terawan, penyakit lain juga dibahas dalam rakortas.
"Ya banyak. Tadi sempat juga bagaimana penyakit-penyakit menular, TBC, ada tuberkulosa, malaria. Nah ini jadi bagaimana hal yang dibicarakan," jelasnya.
Rakortas hari ini belum menghasilkan keputusan apapun.
"Kita brainstorming saja hari ini, tidak ada keputusan apa-apa. Namanya baru ngobrol, kita kumpulkan data geopolitik dan sebagainya," imbuh Terawan.

Komentar