Senin, 08 Juni 2026 | 12:55

243 WNI di Daerah Karantina China Dipastikan Negatif Virus Corona

243 WNI di Daerah Karantina China Dipastikan Negatif Virus Corona
Rakor antar-kementerian terkait pencegahan virus corona di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020)/(Aprilia Rahapit-Askara)

ASKARA - Sejumlah kementerian menggelar rapat koordinasi (rakor) sebagai upaya preventif penularan virus corona. Pemerintah RI memastikan ratusan WNI di China aman dari virus berbahaya tersebut. 

Dalam rakor tersebut, hadir di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. 

Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Andri Hadi mengatakan, perkembangan virus yang menjalar dari kota Wuhan, Provinsi Hubei hingga saat ini telah menyebabkan 5794 warga China terjangkit. 

"Perkembangan virus ini total pasien suspect itu 5794, meninggal 80, wilayah terjangkit 29 provinsi kota dari 31 provinsi yang diduga terjangkit," ungkap Andri di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (27/1).

Saat ini, Pemerintah China juga telah mengkarantina 15 kotanya di Provinsi Hubei. 

"Jadi seperti dikatakan Hubei sudah lockdown," ucapnya.

Provinsi Hubei kini dalam kondisi yang tidak bisa dimasuki siapapun. 

"Kita tidak keluarkan advisory karena memang tidak ada yang ke sana karena tidak bisa masuk. Sudah di-lockdown," ujarnya. 

Sementara itu, jumlah WNI yang tinggal di daerah karantina sebanyak 243 orang. Mereka rata-rata adalah mahasiswa yang tersebar di Wuhan, Zianning, Huangxi, Jingshan, Benxi dan Xi'an. Dipastikan semua WNI tersebut tidak terjangkit virus tersebut. 

"Saat ini semua WNI dalam keadaan baik dan sehat tidak ada yang terjangkit," ujarnya.

Sementara itu, ujian yang tengah dihadapi China di tengah wabah penyakit ini, adalah terkait masalah logistik lantaran harga bahan-bahan yang mulai baik.

"Koordinasi kita memesankan, lebih mudah lewat online karena sulit orang masuk sana dan mahasiswa kita (susah) keluar," pungkasnya. 

Komentar