ASKARA - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga orang dalam kasus suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 yang melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.
Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang diperiksa sebagai saksi.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus merespons baik pemeriksaan terhadap elite partai penguasa itu. Namun KPK harus bisa membuktikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum.
''Itu sudah langkah baik. Semoga ini bukan sekadar pencitraan KPK saja untuk memberitahukan ke publik bahwa sedang berlangsung proses penegakan hukum pasca OTT terhadap Wahyu,'' ujarnya di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (24/1).
Harapannya, agenda pemeriksaan yang dilakukan tidak untuk menutupi kasus suap PAW anggota dewan. Sebab, patut diduga adanya keterlibatan elite partai politik.
''Kita berharap forum pemanggilan hari ini forum pemeriksaan, bukan forum untuk kompromi. Sampai KPK ini bisa memastikan dia bebas intervensi kekuasaan,'' jelas Lucius.
Meski Formappi belum sepenuhnya percaya terhadap pemanggilan dan pemeriksaan elite parpol oleh KPK. Namun, dengan tindakan penyegelan Kantor PDIP, Lucius bisa percaya.
''Tapi dilihat dari ada yang terjadi sejak penyidik itu mendatangi Kantor PDIP. Kita belum sangat percaya bahwa yang dilakukan hari ini itu adalah pemeriksaan terhadap Hasto Kristiyanto,'' tuturnya.
''Kalau mereka bisa menyegel Kantor PDIP, kita baru bilang KPK berani dan hari ini bahwa ini benar-benar pemeriksaan terhadap Hasto,'' tambah Lucius.
Kendati demikian, tentu masih ada Dewan Pengawas KPK yang bisa melihat langsung apa yang dilakukan penyidik di lembaga anti rasuah.
Sebab dewas KPK punya kewenangan untuk memberhentikan orang-orang yang tidak menjalankan tugas dengan baik atau tidak sesuai UU KPK yang baru.
''Itu yang kira harapkan dewas bisa memantau ini. Dan memastikan kasus ini tidak selesai dan hilang begitu saja karena ada intervensi kekuasaan dan karena ada elite kekuasaan yang terlibat,'' jelas Lucius.
Senada dikatakan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampouw. Menurutnya, pemeriksaan terhadap Hasto nantinya bisa menjadi kunci terungkapnya kasus tersebut.
''Saya kira pemeriksaan Hasto bisa ungkap kejahatan pemilu atau tertutup, tertinggal kasus ini,'' ujarnya.
Hasto sendiri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful yang merupakan unsur swasta dalam kasus tersebut. Selain itu, KPK juga memeriksa Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asyari.

Komentar