Kamis, 04 Juni 2026 | 05:18
TRAVELLING

Jadi Destinasi Wisata Super Premium, Labuan Bajo akan Dilengkapi Fasilitas Wah...

 Jadi Destinasi Wisata Super Premium, Labuan Bajo akan Dilengkapi Fasilitas Wah...
Destinasi Wisata Labuan Bajo/cultura.id

ASKARA - Destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Labuian Bajo bakal semakin moncer pesonanya dengan pembenahan sejumlah fasilitas.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang memoles wajah Labuan Bajo, dengan melanjutkan penataan kawasan waterfront yang seluruhnya selesai pada 2020.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan pembenahan tersebut diharapkan meningkatkan jumlah dan lama kunjungan wisatawan.

Labuan Bajo di Pulau Flores merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan eksplorasinya hingga ke Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar.

Lima penataan zona waterfront terdiri atas zona A Bukit Pramuka, zona B Kampung Air, zona C Dermaga, zona D kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), zona E Kampung Ujung.

Zona A dengan membangun promenade atau zona pejalan kaki, dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman, termasuk taman, kios-kios dan menara pandang di Bukit Pramuka.

Penataan Zona B di Kampung Air, meliputi penataan ruang-ruang terbuka dengan tema "Tangga Bajo". 

Didesain agar setiap sudut ruang dapat diakses publik, termasuk masyarakat lokal, nelayan, dan warga kampung pesisir.

Labuan Bajo/Net

Di sini, panggung  terbuka juga dibangun agar  masyarakat dan wisatawan dapat berbaur menikmati pertunjukan seni tradisional atau atraksi seni lainnya.

Untuk zona C akan dilakukan penataan dermaga di kawasan sekitar Pelabuhan Petikemas Bajo, yang akan dipindah ke wilayah Wae Klambu.

Penataan dilakukan dengan memperluas ruang publik lebih menjorok ke laut dengan membangun fasilitas ruang tunggu, kantor pengelola, pusat informasi serta plaza festival.

Saat ini pesisir pantai tersebut juga menjadi lokasi bersandar kapal-kapal wisata berbagai jenis, phinisi maupun yacht.

Zona D, merupakan area komersial yang disebut dengan kawasan Pantai Marina yang dikelola oleh ASDP Kementerian BUMN.

Di zona E, merupakan pengembangan dari kawasan wisata kuliner Kampung Ujung. Yaitu berupa deretan tenda untuk menjual makanan yang didesain berwarna putih dengan sistem knock-down.

Pada kawasan ini wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood ditepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk swafoto.

"Ini destinasi wisata premium, jadi hasil kerja harus artistik," kata Menteri Basuki.

Namun, dalam rilisnya Kementerian PUPR tak mencantumkan total biaya pembenahan destinasi Labuan Bajo tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Labuan Bajo disiapkan menjadi destinasi wisata super premium. Pembenahan di kawasan itu akan dimulai awal tahun 2020. 

"Kami memang ingin segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarnnya lebih besar dari wisatawan kebanyakan dan oleh sebab itu kita perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan," ungkap Jokowi di Labuan Bajo, Senin (20/1) lalu.

Jokowi menilai, masih perlu ditambahkan sejumlah hotel baru di Labuan Bajo dan melakukan penataan di 5 zona. 

"Pertama di Bukit Pramuka, kedua di Bukit Air, ketiga di pelabuhan peti kemas kemudian di dermaga penumpang, keempat di kawasan Marina dan kelima di zona Kampung Ujung," ujarnya.

Presiden menegaskan agar kelima zona tersebut dapat menjadi ruang publik yang tidak terputus. Presiden pun memerintahkan penambahan infrastruktur di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

"Berkaitan dengan infrastruktur kami berharap awal tahun ini 'run way' dan terminal akan segera dimulai," jelasnya. (Genpi/Lov)

Komentar