Pesona Perempuan Menari
Oleh: Jaya Suprana
PADA Sabtu, 7 September 2019, komunitas Perempuan Menari menyelenggarakan pergelaran “Pesona Timur” di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Kegiatan tersebut menampilkan seni tari masyarakat Papua, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur.
Ketulusan
Perempuan Menari diprakarsai oleh Pritha Nadini, Listyany Kartawijaya, Dwi Arlina, Made Kurniati, Betty Sihombing, dan Rara. Komunitas yang beranggotakan perempuan dari berbagai usia dan profesi ini kerap menampilkan pergelaran seni tari. Karya yang ditampilkan bukan saja memesona dan menakjubkan, tapi juga mengharukan, karena semangat dedikatif kultural para penari yang diungkapkan secara tulus.
Sukma ketulusan itu merupakan harta-budaya yang dimiliki para perempuan lintas usia, profesi dan status sosial ini. Kerangka Bhinneka Tunggal Ika dalam paguyuban Perempuan Menari ini jarang dimiliki ansambel tari lainnya, termasuk yang dianggap profesional.
Penghargaan juga layak diberikan kepada para musisi orkestra musik pengiringnya, yang seluruhnya terdiri dari kaum lelaki dengan peralatan musik tradisional Nusantara. Dengan musik bermutu kelas dunia yang berani dibandingkan dengan orkestra paling tersohor manapun di planet bumi ini.
Mengharukan
Saya tidak malu untuk mengakui jika sempat tak bisa menahan tetesan air mata haru bercampur bangga dan bahagia. Sanubari tergetar saat menyaksikan gemulai gerak tari kaum perempuan Indonesia yang disutradarai Supriadi Arsyad itu. Belum lagi bisikan sampai gemuruh musik kaum lelaki Indonesia yang ditata Anusirwan, menggebrak panggung Galeri Indonesia Kaya.
Penghargaan serta penghormatan juga wajib dianugerahkan kepada Djarum Foundation sebagai pendiri sekaligus penatalaksana pengabdian Galeri Indonesia Kaya - yang kini telah memantapkan diri sebagai lembaga swadaya bakti budaya - yang secara nyata menpersembahkan panggung sebagai wadah berkarsa dan berkarya bagi para seniman dan budayawan Indonesia, dengan semboyan Cinta Budaya, Cinta Indonesia! MERDEKA!
(Penulis adalah warga Indonesia pencinta dan pembangga kebudayaan Indonesia)

Komentar