Jajan Digital Bank BJB di Festival Djoeang 2019
Bandung: Jalan Braga Pendek, Bandung mendadak dipadati warga pada Sabtu, 31 Agustus 2019 lalu. Masyarakat berbondong-bondong ingin menyemarakkan Festival Djoeang 2019.
Festival besutan bank bjb ini merupakan gelaran yang kedua dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tahun sebelumnya, festival budaya dengan teatrikal sejarah gedung NV Dennis yang dihelat oleh bank bjb sempat menyabet perhatian warga Bandung dan para wisatawan. Kala itu pengunjung ramai-ramai menyaksikan drama sejarah perobekan dan penurunan bendera Belanda dan mengibarkan bendera Merah Putih di Gedung Dennis.
Tahun ini teatrikal serupa kembali dilangsungkan dengan konsep yang lebih luas. Harapannya, dari Festival Djoeang 2019 ini seluruh masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus mempelajari sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.
Gedung NV Dennis sendiri memiliki nilai sejarah yang tinggi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kisah perjuangan para pemuda Bandung dalam mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari Belanda dan sekutu pasca-berakhirnya Perang Dunia II, direplikasi dalam pentas teatrikal.
Kini, gedung bersejarah itu menjadi Kantor Cabang Utama bank bjb Bandung. Sebab itulah bank bjb merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Masih di sekitar lokasi acara, digelar pula Pameran Djoeang, yang menampilkan berbagai peralatan dan perlengkapan tempur seperti panser, jeep willys, motor perang, sepeda ontel dan berbagai bentuk senjata yang digunakan saat zaman perjuangan.
Acara semakin semarak dengan Gelar Budaya, yang menampilkan beragam kebudayaan khas daerah Jawa Barat, mulai dari atraksi pencak silat, arumba, angklung, rampak kendang, dan bebegig Sukamantri.
Hadir pula penampilan tarian kontemporer dengan tema perjuangan dan band-band yang membawakan lagu-lagu kebudayaan dan semangat perjuangan. Tidak ketinggalan, lomba fotografi dan festival jajanan tradisional turut meramaikan festival ini.
Tapi, ada yang unik dalam festival kali ini, yaitu, “jajan digital”. Masyarakat pemilik rekening bank bjb dan pengguna fitur bjb Digi, yakni QR Payment (transfer on us), bisa jajan makanan dan minuman di foodtruck yang tersedia cukup dengan Rp10.000.
Jajan Digital ini merupakan apresiasi dari Bank BJB kepada nasabah setianya yang sudah memberikan kepercayaan kepada Bank BJB.
Bagi pengunjung yang belum menjadi nasabah dan ingin menjadi nasabah, selama festival berlangsung disediakan layanan pembukaan tabungan bjb Tandamata, sehingga semakin memudahkan masyarakat.
Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi mengatakan, aksi Jajan Digital ini merupakan langkah bank bjb untuk menjadi Bank Daerah pertama yang mempelopori perbankan digital.
Fitur baru QR Payment (transfer on us) pada layanan e-channel yang dimiliki oleh bank bjb, yaitu bjb Digi, dipastikan semakin memudahkan nasabah untuk bertransaksi perbankan kapan saja dan dimana saja.
“Pengembangan fasilitas bjb Digi dengan adanya fitur tambahan QR Payment (transfer on us) implementasi kesiapan kami untuk mengakselerasi kinerja di era digital," ucap Yuddy.
Lebih khususnya lagi, kata dia, Jajan Digital ini merupakan cara untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang kemudahan layanan yang dimiliki oleh bank bjb. Dengan begitu masyarakat diharapkan bisa semakin nyaman untuk memilih bank bjb sebagai mitra strategisnya.
"Dan, tentunya harapan kami itu akan berdampak pada peningkatan volume bisnis bank bjb,” tambah Yuddy disela berlangsungnya teatrikal Gedung NV Dennis.
Festival Djoeang 2019 itu juga dihadiri Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana dan Kepala Biro Badan Usaha Milik Daerah dan Investasi, Noneng Komara Nengsih. Keduanya hadir sebagai perwakilan Gubernur Jawa Barat.
Tampak pula tamu kehormatan dari para Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) DPD Jawa Barat. Dalam Festival Djoeang 2019 itu bank bjb juga memberikan kenangan kemerdekaan untuk mengenang kembali perjuangan para Veteran.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, mengucapkan apresiasi kepada segenap jajaran manajemen bank bjb dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) DPD Jawa Barat, atas terlaksananya acara Festival Djoeang 2019, semoga terselenggaranya acara ini, tidak hanya menjadi sebuah ceremony, namun menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beraneka ragam suku dan budaya”. Ucap Noneng dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Barat.
Festival Djoeang 2019 ini adalah sebagai tindakan untuk mengenang jasa para pahlawan atas kemerdekaan Republik Indonesia. 74 tahun sudah Indonesia merdeka, namun kemerdekaan ini belum dirasakan secara menyeluruh bagi masyarakat Indonesia. Masalah ketimpangan sosial masih menjadi isu utama sebagai pertanda Indonesia belum merdeka sepenuhnya,seperti banyaknya kemiskinan khususnya di Jawa Barat.
bank bjb sebagai agen pembangunan berkomitmen untuk menjadi bagian dari pembangunan Jawa Barat, baik dari pembangunan Jawa Barat (infrastruktur) dan peningkatan tingkat sosial ekonomi masyarakat Jawa Barat. Bersinergi bersama dengan Pemerintah provinsi Jawa Barat, secara bersama-sama menjalankan program-program yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memerdekakan masyarakat Jawa Barat dari kemiskinan, yaitu melalui penyaluran dana CSR bank bjb yang fokus pada Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan hidup, serta dibuatkannya produk perbankan yang ditujukan untuk pemberian modal kerja untuk menciptakan wirausaha baru (UMKM).
Fokus Bank BJB saat ini adalah bagaimana cara membuat wirausaha baru (UMKM) sehingga masyarakat dapat menjadi sejahtera dengan memiliki usaha atau bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru. Tidak hanya memberikan modal usaha, namun bank bjb membimbing dan memberikan edukasi serta konsultasi bagi para pelaku UMKM untuk memulai usahanya.
Banyak produk dan layanan yang dibuat oleh Bank BJB untuk mensejahterakan masayarakat, seperti bjb INDAH atau Pinjaman Daerah yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah, bjb MESRA (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) program pemberian modal kerja bagi masyarakat yang ingin memulai usaha atau meningkatkan usahanya, dan melalui program OVOC (One Village One Company) yang bertujuan untuk memandirikan desa dengan optimalisasi potensi sumber daya, baik manusia dan alamnya, melalui pemanfaatannya oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kemerdekaan saat ini, dapat pula kita maknai dengan merdeka dari kemiskinan. Bank BJB sebagai lembaga yang memiliki fungsi intermediasi, berkomitmen untuk memberikan tandamata terbaik kami untuk pembangunan Jawa Barat khususnya dalam mensejahterakan masyarakat Jawa Barat melalui produk dan layanan yang kami miliki untuk mendukung dan memihak masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Karena kami meyakini kinerja Bank BJB yang terus tumbuh berkualitas adalah hasil dari kerjasama masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank BJB, sehingga apa yang sudah kami dapatkan saat ini bisa dirasakan kembali kepada masyarakat, dengan program-program CSR yang kami salurkan dan program-program Pemerintah Daerah Jawa Barat yang kami jalankan.” Papar Yuddy Renaldi.
Bertransformasi menjadi Bank Nasional, bank bjb sebagai agen pembangunan terus melakukan peningkatan layanan untuk memahami setiap kebutuhan masyarakat Indonesia. Berbagai inovasi layanan terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan maraknya pelaku financial technology (fintech) dengan terus meningkatkan kualitas SDM dan Teknologi Informasi bank bjb. Salahsatunya dengan adanya fitur baru pada bjb Digi QR Payment (transfer on us) menjadi kelanjutan langkah bank bjb dalam menyambut era digitalisasi perbankan untuk menyuguhkan digitalisasi jasa layanan keuangan, sekaligus menjadi salah satu senjata utama bank bjb untuk mengakselerasi pertumbuhan kinerja bank bjb.

Komentar