Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:56
COMMUNITY

Hari Santri 2026: Kolaborasi Lintas Ormas dan Umat Beragama Sajikan Simbol Persatuan Bangsa

Hari Santri 2026: Kolaborasi Lintas Ormas dan Umat Beragama Sajikan Simbol Persatuan Bangsa
Kolaborasi Lintas Ormas dan Umat Beragama Peringatali Hari Santri 2026: (foto.kelana)

ASKARA– Peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, digelar secara khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Mengusung tema besar "Hari Santri 2026: Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", pelaksanaan upacara tahun ini menjadi simbol nyata persatuan nasional melalui keterlibatan aktif santri dari berbagai pondok pesantren, kolaborasi antar-organisasi masyarakat (ormas) Islam, hingga keharmonisan lintas umat beragama.

Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., sementara komandan upacara dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag.

Keunikan dan kekuatan Peringatan Hari Santri 2026 terlihat jelas dari komposisi para petugas upacara yang memadukan berbagai elemen strategis bangsa:
* Pengibar Bendera: oleh para Santri Al Wathoniyah.
* Pengapit & Petugas Barisan: Melibatkan para perwakilan lintas ormas Islam, yakni Nahdlatul Wathan, Persis, Al Washliyah, Al Irsyad Al Islamiyyah, PERTI, serta Mathla'ul Anwar.
* Paduan Suara Kebangsaan: oleh santri Pesantren Mahasina, Bimas Kristen dan Bimas Katolik.

Prosesi upacara semakin sarat makna saat para pimpinan perwakilan ormas dan lembaga keagamaan nasional memimpin pembacaan teks-teks kebangsaan:
* Pembacaan Teks Pancasila: oleh perwakilan dari Pusat Pengembangan Pesantren (PKTREN).
* Pembacaan UUD 1945: oleh perwakilan dari Muhammadiyah.
* Pembacaan Resolusi Jihad: oleh perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU)
* Pembacaan Ikrar Santri: oleh Duta Santri Nasional
* Pembacaan Doa: oleh perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa pelaksanaan upacara tahun ini sengaja dirancang secara inklusif dan kolaboratif untuk memperlihatkan peran strategis pesantren dalam menjaga keutuhan NKRI.

 "Hari Santri 2026 menjadi momentum sejarah yang memperlihatkan indahnya persatuan bangsa. Kehadiran dan keterlibatan aktif seluruh elemen—mulai dari para santri pesantren, ormas-ormas Islam hingga saudara-saudara kita dari Bimas Kristen dan Katolik adalah bukti nyata bahwa pesantren dan santri senantiasa menjadi perekat kebhinekaan," 

Beliau menambahkan bahwa tema *'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas'* merupakan wujud komitmen bersama bahwa pesantren tidak hanya mencetak generasi yang paham agama, tetapi juga melahirkan SDM unggul, berakhlak mulia, dan siap memimpin transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui sinergi antar-pesantren, ormas keagamaan, dan elemen lintas agama ini, Peringatan Hari Santri 2026 menyampaikan pesan kuat bahwa persatuan dan gotong royong adalah modal utama Indonesia untuk terus melangkah maju. ( Kelana Peterson)

Editor: Husnie

Berita Terkait