Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:18
COMMUNITY

KANNI Apresiasi Kapolres Kotamobagu, Dorong Sinergi Polri dan Masyarakat

KANNI Apresiasi Kapolres Kotamobagu, Dorong Sinergi Polri dan Masyarakat
Ketua Investigasi Nasional Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Chandra E. Damopolii dengan Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., di Mapolres Kotamobagu (Dok Askara)

ASKARA - Silaturahmi menjadi ruang sederhana untuk membangun kepercayaan. Hal itu terlihat dalam pertemuan Ketua Investigasi Nasional Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Chandra E. Damopolii dengan Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., di Mapolres Kotamobagu, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas Kota Kotamobagu.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Kotamobagu didampingi Wakapolres Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A., serta sejumlah pejabat utama, di antaranya Kasi Intel dan Kasi Humas Polres Kotamobagu.

Tidak ada sekat dalam perbincangan tersebut. Silaturahmi berlangsung dalam suasana akrab, sekaligus memperlihatkan pentingnya komunikasi terbuka antara aparat kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat.

Usai pertemuan, Chandra E. Damopolii menyampaikan apresiasi terhadap Kapolres Kotamobagu yang dinilainya mampu membangun komunikasi positif dengan masyarakat meski baru beberapa bulan menjalankan tugas di wilayah tersebut.

"Kami dari KANNI memberikan apresiasi terhadap Bapak Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik. Walaupun baru beberapa bulan bertugas, beliau mampu membangun komunikasi serta menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat," kata Chandra.

Menurut Chandra, komunikasi yang terbuka merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan rasa aman. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri, karena persoalan keamanan dan ketertiban juga membutuhkan kepedulian serta partisipasi masyarakat.

Karena itu, ia memberikan penghargaan atas dedikasi Kapolres Kotamobagu dalam menjalankan tugas sekaligus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Chandra berharap hubungan baik yang telah terbangun antara Polri dan masyarakat dapat terus dipelihara dan diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar Kotamobagu tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif.

"Kami berterima kasih atas pengabdian dan kerja sama yang selama ini telah dibangun bersama masyarakat. Mudah-mudahan ke depan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat sehingga Kotamobagu tetap aman, nyaman dan kondusif," ujarnya.

KANNI, lanjut Chandra, juga mendorong agar komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dan masyarakat semakin ditingkatkan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan sosial maupun persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan mengedepankan ketentuan hukum, keadilan, serta kepentingan masyarakat.

"Dengan demikian, berbagai persoalan sosial maupun persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum, keadilan dan kepentingan masyarakat," ujar Chandra.

Ia juga mengajak masyarakat Kotamobagu untuk tidak menyerahkan sepenuhnya urusan keamanan kepada aparat kepolisian. Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat," katanya.

Bagi Chandra, sinergi yang tumbuh dari komunikasi dan saling percaya akan menjadi kekuatan penting bagi Kotamobagu. Ketika polisi dan masyarakat berjalan bersama, berbagai persoalan dapat dihadapi dengan kepala dingin, mengedepankan hukum, sekaligus menjaga kehidupan sosial tetap harmonis.

Silaturahmi tersebut pun menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun hubungan kemanusiaan antara aparat dan masyarakat yang dilayani.

 

Editor: Caecilia Eersta