ASKARA - Seorang prajurit yang menjalankan tugas negara mungkin berada jauh dari rumah, tetapi perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan tidak boleh ikut berjauhan.
Semangat itulah yang ditunjukkan Komandan Batalyon Infanteri 9 Marinir (Danyonif 9 Marinir) Letkol Marinir Ricky Sandro, M.Tr.Opsla, saat melaksanakan kegiatan rayonisasi kepada keluarga prajurit Yonif 9 Marinir yang tengah menjalankan Satgas Papua di Kabupaten Pesawaran, Lampung, Selasa (20/10/2026).
Didampingi Ketua Ranting C Cabang 7 PG Kormar Ny. Dinda Ricky Sandro, Danyonif 9 Marinir hadir untuk menyapa dan mendengarkan langsung kondisi keluarga prajurit.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehadiran pimpinan satuan bukan sekadar kunjungan. Ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: selama prajurit mengabdi jauh dari rumah, keluarganya tetap menjadi bagian dari perhatian satuan.
Kegiatan rayonisasi menjadi ruang untuk membangun komunikasi secara lebih dekat. Berbagai kondisi, kebutuhan maupun kendala yang mungkin dihadapi keluarga dapat disampaikan secara langsung sehingga dapat dicarikan jalan keluar bersama.
Di tengah penantian seorang suami, ayah, atau anggota keluarga yang sedang menjalankan tugas di Papua, dukungan seperti ini memiliki arti tersendiri.
Ricky Sandro memberikan dukungan moril kepada keluarga prajurit agar tetap menjaga kesehatan, keharmonisan keluarga dan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebab, kekuatan seorang prajurit dalam menjalankan tugas tidak hanya lahir dari kesiapan dirinya. Ada keluarga yang menjadi tempat pulang, sumber semangat, sekaligus alasan untuk menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.
“Jaga kesehatan, jaga keharmonisan keluarga dan tetap semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” pesan Danyonif 9 Marinir kepada keluarga prajurit.
Perhatian juga datang dari Ny. Dinda Ricky Sandro. Sebagai Ketua Ranting C Cabang 7 PG Kormar, ia turut memberikan dukungan kepada keluarga prajurit sebagai bagian dari kepedulian Jalasenastri terhadap keluarga besar Yonif 9 Marinir.
Bagi keluarga prajurit, kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa mereka tidak menjalani masa penantian seorang diri.
Ketika sang prajurit berada jauh di medan tugas, satuan hadir menjaga komunikasi dan memberikan perhatian kepada keluarga di rumah.
Hubungan antara pimpinan, prajurit dan keluarga pun diharapkan semakin erat. Bukan hanya hubungan kedinasan, tetapi juga ikatan kekeluargaan yang tumbuh dari rasa saling peduli.
Rayonisasi pada akhirnya bukan sekadar agenda rutin satuan. Ia menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keluarga yang ikut mengambil bagian dalam perjalanan pengabdian seorang prajurit.
Karena di balik setiap prajurit yang berdiri menjaga tugas negara, ada keluarga yang juga berdiri dengan kesabaran, doa dan keteguhan hati.
Dan selama prajurit menjalankan tugasnya jauh dari rumah, Yonif 9 Marinir memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap berada dalam perhatian dan kebersamaan.