Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:15
OPINI

Johanna dari Orleans

Johanna dari Orleans
Ilustrasi Johanna dari Orleans (Dok Askara)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Tokoh legendaris Johanna dari Orleans alias Jeanne d'Arc atau Joan of Arc telah menginspirasi banyak sastrawan dunia lintas era dan negara. Karena kisahnya yang dramatis—dari gadis desa menjadi panglima perang hingga berakhir di tiang bakaran—ia digambarkan dalam berbagai perspektif mulai dari sastra, keagamaan, dan politik.

Berikut adalah daftar sastrawan terkemuka yang pernah menulis tentang Jeanne d'Arc beserta karya mereka:

1. Sastrawan Klasik & Era Renaisans

Christine de Pizan: Sastrawan perempuan pertama yang menulis tentang Jeanne lewat puisi panjang berjudul Ditié de Jehanne d'Arc (1429). Uniknya, karya ini ditulis saat Jeanne masih hidup dan merayakan kemenangannya.

William Shakespeare: Menampilkan Jeanne d'Arc sebagai salah satu karakter dalam drama sejarahnya, Henry VI, Bagian 1. Di sini, Shakespeare menggambarkan Jeanne dari sudut pandang Inggris yang cenderung negatif (sebagai penyihir/antagonis).

Voltaire: Menulis sebuah puisi satir panjang berjudul The Maid of Orleans (La Pucelle d'Orléans, 1756) yang bernada mengejek takhayul zaman abad pertengahan. [1, 2, 3, 4]

2. Sastrawan Era Romantisme & Abad ke-19

Friedrich Schiller: Sastrawan besar Jerman yang menulis naskah drama panggung The Maid of Orleans (Die Jungfrau von Orleans, 1801). Karya ini menggambarkan Jeanne sebagai pahlawan romantis yang tragis.

Mark Twain: Sastrawan humoris legendaris Amerika Serikat yang serius menulis novel sejarah mendalam berjudul Personal Recollections of Joan of Arc (1896). Twain bahkan menganggap novel ini sebagai karya terbaik yang pernah ia tulis semasa hidupnya.

Jules Michelet: Sejarawan sekaligus sastrawan Prancis yang menulis biografi romantis berpengaruh, Jeanne d'Arc (1853), yang membangkitkan nasionalisme Prancis. [1, 2, 3]

3. Sastrawan Modern (Abad ke-20)

George Bernard Shaw: Sastrawan Irlandia peraih Nobel Sastra yang menulis naskah drama terkenal Saint Joan (1923). Ia menggambarkan Jeanne sebagai sosok rasionalis awal dan pejuang yang mendahului zamannya.

Bertolt Brecht: Sastrawan dan dramawan Jerman yang mengadaptasi figur Jeanne ke dalam latar modern lewat drama Saint Joan of the Stockyards (1931) serta The Visions of Simone Machard (1942).

Jean Anouilh: Sastrawan Prancis yang menulis drama L'Alouette (The Lark, 1952), yang menceritakan kembali persidangan Jeanne secara emosional dan filosofis.

Charles Péguy: Penyair Prancis yang mendedikasikan puisi drama keagamaan panjang berjudul Le Mystère de la charité de Jeanne d'Arc (1910).

Kemungkinan besar : Johanna dari Orleans merupakan sosok perempuan yang paling banyak ditulis oleh paling banyak sastrawan lintas zaman dan negara secara kontroversial dan kontekstual. Ia akhirnya dikanonisasi (dinyatakan sebagai Santa) pada tanggal 16 Mei 1920 oleh Paus Benediktus XV.

 

Editor: Onaria Fransisca