Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:49
OPINI

Profesi Menjadi Jalan Kasih

Profesi Menjadi Jalan Kasih
Misa pembentukan Pengurus Dewan Karya Pastoral Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) Wilayah Keuskupan Agung Merauke (Dok OCI)

ASKARA - Pembentukan Pengurus Dewan Karya Pastoral Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) Wilayah Keuskupan Agung Merauke tidak sekadar menandai lahirnya sebuah kepengurusan baru. Di baliknya tersimpan satu pesan penting: setiap profesi dapat menjadi jalan menuju kesempurnaan kasih.

Pesan itu mengemuka dalam homili Kardinal pada perayaan Ekaristi tersebut. Bertolak dari ajaran Rasul Paulus tentang iman, pengharapan, dan kasih, Kardinal mengingatkan bahwa kasih merupakan “jalan yang lebih utama”. Kasih manusia memang terbatas, tetapi melalui perjalanan iman, manusia dipanggil untuk terus membawa kasihnya semakin mendekati kasih Kristus yang sempurna.

Perjalanan itu bukan sesuatu yang abstrak. Ia tumbuh melalui pilihan-pilihan sederhana setiap hari: menahan diri untuk tidak membicarakan keburukan orang lain, menyediakan waktu untuk mendengarkan, menguatkan mereka yang sedang kesulitan, dan tetap berbuat baik ketika keadaan tidak mudah.

Dalam perspektif itulah profesi memperoleh makna yang lebih dalam. Bagi seorang Kristiani, bekerja bukan semata-mata untuk memperoleh nafkah atau aktualisasi diri. Profesi dapat menjadi cara menghadirkan Kerajaan Allah—“Datanglah Kerajaan-Mu”—di tengah dunia.

Bagi umat Katolik yang memilih jalan pengabdian sebagai prajurit TNI dan anggota Polri, panggilan itu memiliki medan yang khas. Disiplin, tanggung jawab, keberanian, pelayanan, bahkan kesiapsiagaan menghadapi situasi sulit, dapat menjadi ruang konkret untuk menghidupi iman.

Karena itu Gereja hadir melalui OCI. Sejak 1949, pendampingan pastoral bagi umat Katolik di lingkungan militer terus bertumbuh hingga menjadi Ordinariatus Castrensis Indonesia. Kehadiran para imam dan karya pastoral OCI menjadi tanda bahwa prajurit dan anggota Polri tidak menjalani pengabdiannya sendirian. Iman tetap menjadi bagian dari perjalanan profesi mereka.

Di titik inilah para pengurus Dewan Karya Pastoral OCI yang hari ini dibentuk menemukan maknanya. Mereka bukan sekadar mengisi struktur organisasi, melainkan mengambil bagian dalam perutusan Gereja: hadir, mendengarkan, mendampingi, dan membantu umat menemukan Kristus di tengah tugas pengabdian mereka.

Sebab pada akhirnya, kesempurnaan kasih tidak selalu lahir dari tindakan besar. Ia tumbuh dari kesetiaan pada hal-hal kecil—di rumah, di tempat kerja, di satuan, dan di tengah masyarakat.

Profesi boleh berbeda. Seragam boleh berbeda. Jalan hidup boleh berbeda. Tetapi panggilannya tetap sama: menjadikan seluruh hidup sebagai jalan kasih.

 

Editor: Caecilia Eersta