Senin, 28 September 2026 | 01:11
COMMUNITY

HIMPAUDI Merauke Dorong Guru PAUD Kuasai Pembelajaran Mendalam

HIMPAUDI Merauke Dorong Guru PAUD Kuasai Pembelajaran Mendalam
Para prmbicara Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning yang digelar Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Merauke (Dok Askara)

ASKARA - Hampir 90 pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini mengikuti Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning yang digelar Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Merauke secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (26/9/2026).

Workshop yang berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WIT tersebut diikuti pendidik dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Kegiatan menjadi ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memahami bagaimana pendekatan pembelajaran mendalam dapat diterapkan dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Merauke, Ruyanah, S.Pd., M.Pd., Gr., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan deep learning, sehingga proses belajar dapat semakin bermakna bagi anak.

Narasumber utama, Dr. Brigita Puridawaty, M.Si., M.Pd., dosen sekaligus konsultan ahli PAUD, memberikan pemahaman mengenai konsep dan penyusunan perangkat ajar pembelajaran mendalam. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan beragam pertanyaan kritis dari peserta mengenai bagaimana memaknai pembelajaran mendalam secara bermakna dan reflektif.

Salah satu tantangan yang mengemuka adalah bagaimana guru dapat memfasilitasi kedalaman berpikir anak tanpa menghilangkan hakikat pembelajaran PAUD yang identik dengan bermain, fleksibilitas, spontanitas, dan rasa ingin tahu.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena pembelajaran mendalam pada anak usia dini tidak semestinya diterjemahkan sebagai proses belajar yang berat. Justru, guru dituntut mampu menemukan cara kreatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang membuat anak berpikir, mengeksplorasi, bertanya, dan menemukan pengetahuan baru melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Guru juga harus bisa lebih inovatif dan kreatif melihat kesempatan untuk meningkatkan diri,” papar Brigita.

Workshop yang diselenggarakan secara gratis tersebut juga memberikan e-sertifikat dan materi lengkap kepada peserta. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan pendidik PAUD terhadap pendampingan yang lebih berkelanjutan dalam memahami dan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam.

Brigita berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan melalui sesi-sesi berikutnya agar para pendidik memperoleh pendampingan yang lebih komprehensif, bukan hanya dalam memahami konsep, tetapi juga dalam menerapkannya di ruang belajar.

Bagi Ruyanah, workshop tersebut merupakan gebrakan awal HIMPAUDI Kabupaten Merauke untuk mendorong peningkatan kualitas dan profesionalitas pendidik PAUD. Dari Merauke, semangat memperkuat kompetensi guru diharapkan terus tumbuh, karena kualitas pendidikan anak-anak Papua juga dimulai dari guru yang terus mau belajar dan berkembang.

 

Komentar