'Cinta di Ujung Takdir' Resmi Diluncurkan, Aip Muhamad Hadirkan Kisah Cinta yang Relate
ASKARA - Lagu sekaligus official music video “Cinta di Ujung Takdir” karya Aip Muhamad resmi diluncurkan pada Kamis (17/9/2026). Peluncuran berlangsung di Cinepolis Kalibata City Square, Jakarta, dan dihadiri para pemeran, kru, keluarga serta sejumlah tamu undangan.
Karya terbaru yang diproduksi di bawah HGIM Music tersebut menjadi bagian dari perjalanan Aip Muhamad kembali merilis karya musik setelah cukup lama tidak meluncurkan single. Lagu ini juga berkaitan dengan proyek film layar lebar berjudul “Twist Stethoscope Cinta di Ujung Takdir”.
Dalam official music video tersebut, sejumlah pemeran yang terlibat antara lain Amanda Husnia, Husnul Ghazali Idrus, Aip Muhamad, dan Belina Rafa.
Pesan utama lagu ini tergambar melalui kisah sepasang kekasih yang memiliki rasa cinta, tetapi menghadapi keadaan yang membuat keduanya tidak dapat bersatu.
“Ada cinta menulis bahagia, namun semesta menulisnya berbeda.”
Lirik lagu sengaja dibuat tidak mengarah pada satu persoalan tertentu. Karena itu, kisah di dalamnya dapat dimaknai secara luas dan diharapkan mampu membuat pendengar menghubungkan cerita lagu dengan pengalaman hidup masing-masing.
Aip Muhamad: Karya Ini Lahir dari Sebuah Cerita
Dalam kesempatan tersebut, Aip Muhamad menyampaikan rasa terima kasih kepada teman, saudara, keluarga, serta seluruh pihak yang hadir menyaksikan karya terbarunya.
Ia mengatakan peluncuran tersebut menjadi kebanggaan sekaligus penghormatan tersendiri karena setelah sekitar lima hingga sembilan tahun tidak merilis single, akhirnya ia kembali memperkenalkan karya baru kepada publik.
Aip berharap lagu tersebut dapat diterima dan dinikmati masyarakat serta mampu mewakili perasaan para pendengarnya.
Menurut Aip, proses lahirnya “Cinta di Ujung Takdir” berawal ketika dirinya diminta membuat lagu untuk sebuah film layar lebar. Ia kemudian datang ke kantor untuk menyaksikan film dan memahami cerita yang akan diangkat.
Dari cerita tersebut, ia menemukan sebuah persoalan besar dalam hubungan yang membuat dua orang yang saling mencintai tidak dapat bersama.
Aip kemudian mencoba menempatkan dirinya ke dalam situasi dan perasaan karakter dalam cerita tersebut. Dari proses itulah ide lagu mulai terbentuk hingga akhirnya menjadi sebuah karya.
Ia menilai proses panjang dari titik nol hingga lagu tersebut bisa diluncurkan menjadi salah satu hal yang membuat karya ini terasa spesial.
Aip juga berharap setelah single resmi dirilis, karya tersebut dapat semakin dikenal dan menjadi bagian dari perjalanan menuju proyek film layar lebar yang berkaitan dengan “Cinta di Ujung Takdir”.
Pengalaman sebelumnya juga menjadi penyemangat bagi Aip. Ia pernah menciptakan lagu “Harus Memilih” yang kemudian dipopulerkan oleh Widi Hello Band, yang dikenal melalui lagu “Dua Cincin” dan “Ular Berbisa”.
Aip mengatakan pengalaman ketika melihat respons masyarakat terhadap lagu yang dibuatnya menjadi kebanggaan tersendiri.
Ia berharap hal serupa dapat terjadi pada karya terbarunya.
Belina Rafa: Lirik Bisa Relate dengan Banyak Cerita
Sementara itu, Belina Rafa mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam proyek tersebut bermula dari sebuah pertemuan singkat dan rekomendasi seorang teman.
Ia kemudian direkomendasikan untuk menjadi vokalis yang mengisi soundtrack tersebut hingga akhirnya terlibat dalam proses produksi.
Menurut Belina, salah satu bagian paling berkesan dalam proses produksi adalah ketika menjalani adegan yang memiliki kekuatan emosional. Menurutnya, lirik lagu membuat dirinya teringat pada pengalaman tertentu sehingga suasana dalam proses pengambilan gambar terasa semakin mendalam.
Belina juga melihat kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang tidak mengarah pada satu persoalan saja.
Karena itu, pendengar dapat menghubungkan lagu tersebut dengan kisah hidup masing-masing, baik tentang hubungan, perpisahan, pilihan hidup maupun keadaan lain yang pernah mereka alami.
Ia berharap setelah resmi dirilis, “Cinta di Ujung Takdir” dapat menyampaikan perasaan dan cerita yang ada di dalamnya hingga menyentuh hati para pendengar.
Husnul Ghazali Idrus Perankan Suami yang Pekerja Keras
Pemeran lainnya, Husnul Ghazali Idrus, menjelaskan karakter yang diperankannya dalam music video.
Husnul berperan sebagai seorang suami yang berpasangan dengan karakter yang diperankan Amanda Husnia.
Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok yang pekerja keras dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangannya.
Ia juga menggambarkan hubungan keduanya sebagai pasangan yang tetap memiliki ikatan kuat meskipun berada pada kondisi yang dapat membawa mereka ke titik “ujung takdir”.
Husnul berharap cerita yang disampaikan melalui music video tersebut dapat dirasakan oleh orang-orang yang pernah mengalami situasi serupa maupun dinikmati oleh mereka yang tidak mengalaminya.
Sony Ungkap Proses di Balik Lahirnya Lagu
Dalam acara tersebut, Sony Everyda dari Binasol juga menjelaskan keterlibatannya dalam proses lahirnya karya “Cinta di Ujung Takdir”.
Sony menyebut dirinya dan Aip Muhamad sebelumnya sudah beberapa kali bekerja sama dalam pembuatan soundtrack untuk sejumlah produksi, termasuk program di SCTV, FTV, RTV, hingga berbagai program televisi lainnya.
Menurutnya, pengalaman kerja sama tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses kreatif hingga akhirnya lahir lagu “Cinta di Ujung Takdir”.
Ada Challenge dan Hadiah Emas
Selain peluncuran official music video, acara juga diisi dengan interaksi bersama penonton.
Di penghujung acara, panitia memberikan hadiah kepada penonton melalui sesi pertanyaan. Lima pertanyaan disiapkan untuk mendapatkan lima hadiah berupa T-shirt.
Tidak berhenti di situ, HGIM Music juga menghadirkan “Cinta di Ujung Takdir Challenge” bagi masyarakat yang ingin ikut merayakan peluncuran lagu tersebut.
Berdasarkan informasi dalam materi challenge, akan dipilih tujuh peserta terbaik.
Masing-masing peserta terbaik mendapatkan emas 0,25 gram.
Peserta juga berkesempatan memperoleh bonus dengan mengajak teman mengikuti challenge. Konsep tersebut menjadi bagian dari ajakan agar semakin banyak masyarakat membuat konten kreatif menggunakan lagu “Cinta di Ujung Takdir”.
Kategori video yang dapat dibuat cukup beragam, mulai dari storytelling tentang cinta, drama pendek, lip-sync/performance, dance atau cinematic video, interpretasi cerita dari lagu hingga konsep kreatif lainnya.
Peserta diminta menggunakan sound lagu “Cinta di Ujung Takdir”, mengunggah video melalui Instagram Reels atau TikTok, serta menggunakan hashtag resmi #CDUT.
Selain hadiah bagi tujuh peserta terbaik berupa emas 0,25 gram, terdapat pula hadiah 1 gram untuk juara terbaik sesuai mekanisme challenge yang disampaikan dalam acara.
Peluncuran tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Aip Muhamad, para pemeran dan kru untuk memperkenalkan “Cinta di Ujung Takdir” kepada masyarakat.
Dengan mengangkat kisah cinta yang tidak selalu berakhir sesuai harapan, karya ini membawa pesan bahwa terkadang manusia menulis kebahagiaannya sendiri, sementara perjalanan hidup memiliki cerita yang berbeda.
“Ada cinta menulis bahagia, namun semesta menulisnya berbeda.”

Komentar